oleh

Tawuran, Satu Siswa Masuk RS

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Seorang siswa kelas X salah satu SMKN di Kota Lubuklinggau, RZ (16) harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin. Ia menderita luka di kepala bagian belakang, akibat terkena lemparan batu.

Batu itu dilempar oleh salah seorang pelajar dalam insiden tawuran, Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 WIB di Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Tawuran ini melibatkan pelajar tiga sekolah, yakni dua SMKN dan satu SMAN.

Informasi dihimpun Linggau Pos, sebelum tawuran terjadi, beberapa orang pelajar SMAN dari kawasan Petanang, sudah menunggu di depan Gedung Olah Raga (GOR). Mereka menunggu pelajar SMKN di kawasan itu keluar sekolah.

Ketika para pelajar keluar sekolah, langsung terjadi perkelahian. Namun tak puas di situ, para pelajar SMA ini juga mencoba masuk ke lingkungan SMK. Bahkan mendorong dan menerjang pintu pagar belakang SMK.

Dalam insiden inilah siswa inisial RZ diduga terkena lemparan batu, hingga melukai kepalanya. Barulah setelah polisi tiba, pelajar tersebut dibubarkan.

Salah seorang guru yang berhasil ditemui Linggau Pos, kemarin menjelaskan, kondisi RZ sudah membaik kendati masih dirawat di RS.

“Alhamdulillah kondisi RZ membaik. Walaupun kemarin sempat dikhawatirkan, karena luka di kepala. Namun setelah dicek secara intensif, keadaannya membaik,” kata guru tersebut.

Para guru sangat menyayangkan jika insiden tersebut terjadi.

“Kami langsung mengadakan mediasi atau pertemuan untuk mengantisipasi kejadian ini. Kami pertemukan pihak sekolah, orang tua siswa yang terlibat perkelahian, difasilitasi Polsek Lubuklinggau Utara,” tambahnya.

Mengenai penyebab tawuran ini, diakuinya belum diketahui pasti.

“Informasi yang didapat, justru dipicu perkelahian pelajar antar kelas. Nah keduanya kemudian memanggil temannya, yang dari daerah Air Kuti dan Petanang. Makanya melibatkan pelajar dari tiga sekolah, di depan sekolah kami,” katanya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Harrison Manik mengatakan, jika pihaknya sudah memberikan imbauan kepada pelajar dan guru untuk sama-sama mencegah perkelahian ini tidak terjadi lagi.

“Kami mengumpulkan seluruh pelajar yang terlibat, namun belum bisa semuanya. Karena ada beberapa pelajar yang belum masuk sekolah,” kata Kapolsek, yang juga langsung meningkatkan keamanan di beberapa titik lokasi rawan tawuran di wilayahnya.(cw1)

News Feed