oleh

Tarif Hotel Masih Tergolong Tinggi

Pengamat Ekonomi, DR Yan Sulistyo

PENGAMAT Ekonomi, DR Yan Sulistyo memberikan catatan khusus, untuk jadi perhatian industri perhotelan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Kota Lubuklinggau.

“Sebenarnya ada permasalahan krusial mengenai sektor wisata di Sumsel. Jika dibandingkan dengan Surabaya, Lombok, Bandung dan Yogyakarta tarif hotel di Sumsel ini masih tergolong tinggi. Termasuk ketika saya tandang ke Lubuklinggau. Padahal fasilitas kamar hotelnya standar saja. Sementara di Bandung misalnya, dengan tarif Rp 300 ribu per malam, fasilitas hotel yang kita dapat sudah mewah,” jelasnya, Selasa (28/11).

Jika tarif hotel tak segera diturunkan, menurut Yan Sulistyo, akan memperlambat percepatan misi Lubuklinggau untuk memajukan sektor wisata.

“Logikanya begini, ketika tarif hotel mahal, wisatawan akan mikir dua tiga kali kalau mau stay lama-lama di kota tersebut. Saya harus jelaskan, bahwa untuk memajukan sektor wisata ini bukan hanya membutuhkan hotel untuk stay. Namun, wisatawan juga mau makan enak, transpor memadai, dan lingkungan yang aman. Kalau duit wisatawan habis untuk bayar hotel saja, gimana mau menghidupkan industri kuliner, kerajinan tangan, juga ekonomi kerakyatan. Karena wisatawan hanya akan sebentar ke sini. Lalu pergi. Seandainya tarif hotel murah, wisatawan betah, belanja sana-sini, makan sana-sini, dan mereka akan menikmati liburan nyaman di Lubuklinggau. Kalau wisatawan lama stay di Lubuklinggau, banyak uang mereka dibelanjakan di sini, mendongkrak kesejahteraan masyarakat Lubuklinggau,” jelasnya.

Yan yang setiap tahun keliling untuk melakukan audit eksternal ke beberapa kota/kabupaten di Sumsel mengaku kerap mengeluh soal tarif hotel.

“Ya beginilah kondisinya, fasilitas standar tapi harga hotel gila-gilaan,” imbuhnya.

Selain hotel, Yan juga mengingatkan agar Pemkot Lubuklinggau juga mulai memperhatikan kebutuhan transportasi, infrastruktur dan keamanan.

“Tarif pesawat ke Lubuklinggau juga masih tergolong mahal. Harusnya, pemerintah mulai membuka kran bagi travel agen yang ingin menawarkan paket wisata keliling Lubuklinggau. Karena, misalkan saja mau ke Air Terjun Temam. Belum ada transportasi khusus yang siap menghantarkan wisatawan ke sana. Kalau ada travel agen paket wisata tour city Lubuklinggau, wah keren itu. Dan ingat, tarifnya jangan mahal-mahal juga,” pintanya.

Ia juga berharap, Pemkot Lubuklinggau turut memperhatikan faktor keamanan.

“Yang harus kita ingat, wisatawan itu lebih senang jalan kaki. Saran saya, bukan untuk Lubuklinggau saja. Yang namanya Pos Sat Pol PP bukan hanya di satu tempat. Tapi dibuat beberapa pos-pos. Jadi fungsinya sebagai penjaga keamanan juga pemberi informasi. Misal wisatawan mau ke mana, Pol PP bisa jadi informan bagi wisatawan. Berdayakan Pol PP itu,” harapnya.

Dengan inovasi yang dilakukan Kota Lubuklinggau, seperti adanya Kampung Warna-Warni dan Kampung Bersih, itu cukup menarik. Sekalipun begitu, penting bagi pemerintah juga mempermudah investor untuk mengurus izin pendirian sektor kuliner.

“Kalau mau banyak wisatawan, perlu juga diperbanyak kafe. Yang akan jadi tempat nongkrong dan pertemuan para wisatawan,” sarannya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita