oleh

Targetkan Santri Yatim Hafal 30 Juz

LINGGAU POS ONLINE, KARANG KETUAN – Panti Asuhan Anak Azwaja itu sebelumnya milik pribadi H Ibnu Amin. Namun, sejak Juli 2016 H Ibnu Amin mewakafkannya kepada Yayasan Sabilul ‘Ambiyaa’ dan dibuatlah Pondok Pesantren Ahlussunnah Terpadu. Lokasi sekolah ini di Jalan Raya Tugumulyo, Kelurahan Karang Ketuan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan 2.

Yang istimewa dari lembaga pendidikan ini, menaungi dan mendidik 55 santri (25 santri Ula setara SD dan 25 santri Wustha setara SMP). Sebagian dari anak-anak ini statusnya yatim, piatu maupun yatim piatu. Sejak awal didirikan Kiai Darsono sebagai Pimpinan Pesantren Ahlussunnah Terpadu komitmen tak menarik sepeser pun biaya dari para murid.

“Sebagian anak-anak di sini, dari Kabupaten Muratara. Namun, ada juga yang dari Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Mereka sampai dididik di sini, ada yang diserahkan orang tua maupun kerabatnya, namun ada juga yang kami jemput. Agar jangan sampai anak yatim, piatu, maupun yatim piatu dari kalangan kurang mampu ini putus sekolah,” tutur Kyai Darsono di hadapan rombongan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar, yang silaturahim ke pondok tersebut, Selasa (3/4).

Didampingi Pembina Yayasan Ust Sumarsam, dan Kepala Wustha Yuharsah, Kyai Darsono menuturkan sekalipun hanya modal doa, ia amat bersyukur banyak dermawan tergerak untuk turut membiayai pengembangan pesantren tersebut.

Yang menarik, di tengah keterbatasan ini, dari 55 anak yang bermukim, 11 anak sudah hafal juz 1-6 Alquran. Padahal rerata usia mereka 5-12 tahun.
Sebagaimana yang tampil di hadapan Kapolres Lubuklinggau, kemarin.

Dia adalah Ahmad Nata (5). Selain memimpin shalawat, dengan suaranya yang merdu bocah 5 tahun itu pun kini sudah hafal 2 juz Alquran.

Sementara kakaknya yang baru usia 11 tahun sudah hafal 6 juz Alquran.

“Ini yang jadi target kami. Bukan hanya target akhirat, yang kelak mereka (anak-anak,red) akan menghadiahkan jubah emas di surganya Allah SWT untuk kedua orang tua, namun mereka juga bisa membawa 10 orang untuk masuk surga bersama anak-anak yang dekat dengan Alquran ini. Harapan kami, bapak ibu donatur yang membantu inilah kelak yang akan mereka pilih untuk ke surga bersama,” ungkap Kyai Darsono.

Selain itu, target jangka pendeknya, ia yakin dengan para santrinya bisa menghafal 30 juz Alquran segala urusannya akan dipermudah Allah SWT.

“Terutama untuk masuk SMA sederajat. Setelah itu, kalau SMA sudah lulus, insya Allah peluang untuk kuliah kedokteran maupun jadi anggota polisi akan lebih mudah. Karena kini ada jalur khusus untuk hafidz/hafidzah Alquran. Setidaknya, dengan Alquran di jiwa mereka, bisa melapangkan jalan mereka menuju masa depan yang jauh lebih cemerlang,” doa Kyai Darsono.

Apa yang disampaikan Kyai Darsono, juga apa yang ditampilkan Ahmad Nata, ternyata membuat Kapolres Lubuklinggau terharu.

Ia mengaku terharu, bangga sekaligus malu.

“Bisa tandang ke sini, menjadi hal berharga bagi saya. Melihat anak santri yang tak punya ibu, ayah maupun ayah dan ibu masih tetap semangat belajar begini saya jadi malu. Ini jadi wadah introspeksi bagi saya pribadi, untuk melihat kekurangan-kekurangan saya sendiri,” imbuhnya.

Selain menyampaikan pesan-pesan Kantibmas, Kapolres juga berpesan kepada para ustadz/ustadzah di Pesantren Ahlussunnah Terpadu untuk senantiasa tulus ikhlas. Terutama dalam mendidik anak-anak.

“Ajari mereka melihat kenyataan, sebab anak-anak ini tinggal, hidup dan besar di Indonesia yang penuh keragaman. Tumbuhkan rasa cinta mereka untuk menciptakan negeri yang aman dan tenteram. Mengenai program hafidz, benar. Kami memprioritaskan hafidz/hafidzah yang masuk jadi anggota Polri. Karena kalau sudah hafal Alquran, garansinya 100 %. Tidak mungkin, dia akan jadi anggota yang tidak baik,” ungkap AKBP Sunandar.

Dalam kunjungan itu, Kapolres Lubuklinggau juga menyerahkan bantuan sembako untuk anak-anak Panti Asuhan Aswaja. Mereka juga mohon doa kepada anak-anak, untuk bisa menjalankan amanah dengan baik, khususnya menjaga keamanan Pilkada Lubuklinggau Juni 2018 ini.(02)

Rekomendasi Berita