oleh

Targetkan Raperda Miras Dibahas Ulang

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Adanya 28 dus atau sekitar 672 botol Minuman Keras (Miras) yang disita tim Polres Lubuklinggau dalam Operasi Pekat, Sabtu (25/11) lalu, membuat Ketua Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau mendesak, agar Pansus Raperda Miras kembali membahas Raperda tersebut.

Pasalnya, menurut politisi PDIP ini menegaskan, itu artinya saat ini payung hukum untuk mengatur peredaran dan pengendalian serta pengawasan Miras menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Pihaknya juga menyayangkan, hasil razia Pekat yang dilakukan pihak kepolisian masih banyak Miras yang beredar bebas di Lubuklinggau.

“Karena sifatnya mendesak, makanya kita ajukan Raperda tersebut untuk dibahas bersama dan disahkan. Sayangnya saat pembahasan, ada beberapa kendala yang membuat Raperda ini tertunda untuk dibahas dan disahkan. Namun bukan berarti Pansus yang dibentuk kemarin sudah bubar. Untuk itu kita mendesak, agar Pansus segera kembali membahas Raperda Miras,” tegas Hambali, Minggu (26/11).

Beberapa kendala dijelaskannya, membuat pembahasan Raperda Miras tertunda.

“Pertama saat pembahasan, tidak memenuhi kuorum. Karena, beberapa pihak ada yang sangat antusias namun ada beberapa yang tidak. Kemudian dalam pembahasan juga masih diperlukan pengembangan, serta pembahasan lebih lanjut dengan pihak lainnya, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun para ulama. Kita berharap kedepan, ketika Raperda ini kembali dibahas maka semua pihak memahami tujuan kita mengajukan Raperda Miras untuk disahkan,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan, akhir tahun ini Raperda inisiatif dari Komisi II tersebut dibahas kembali oleh Pansus.

“Kemarin kita fokus membahas LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) dan APBD induk 2018. Mudah-mudahan, akhir tahun ini kita berharap Raperda Miras bisa kembali dibahas. Sekali lagi, tujuan kita untuk mengatur dan mengawasi peredaran Miras bukan untuk melegalkan. Dengan adanya regulasi mengenai peredaran Miras, maka penjualannya tidak akan sebebas saat ini. Sementara pemerintah bisa lebih tegas dalam mengawasi peredarannya terhadap distributor yang ada. Kita berharap, semua pihak memahami tujuan kita ini,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita