oleh

Target Alumni Lulus SNMPTN

LINGGAU POS ONLINE, KARANG DAPO – Tahun ajaran 2016/2017 lalu, tiga alumni SMAN Karang Dapo Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Tahun 2018 ini, sekolah tersebut menargetkan minimal 10% dari 130 siswa-siswi yang bakal lulus tahun ini, bisa masuk PTN.

“Tahun lalu, tiga siswa itu, ada yang masuk Universitas Bengkulu (UNIB), dan dua masuk Universitas Negeri Padang (UNP). Tahun ini 130 anak bakal kami luluskan. Target kami minimal 10 % lulus SNMPTN maupun SBMPTN,” kata Kepala SMAN Karang Dapo, Zaenal saat dibincangi Linggau Pos, Senin (15/1).

Sekolah yang kini mendidik 460 peserta didik itu, 50 % siswa kelas XII diprediksi akan mengikuti SNMPTN.

“Untuk sementara ini mereka memang belum bisa mendaftar SNMPTN. Namun sudah banyak yang tanya-tanya. Ini bukti antusias mereka. Kalau soal Ujian Nasional (UN) belum berbasis komputer. Karena signal (jaringan internet) dan komputernya belum ada,” jelasnya.

Untuk sementara, UN April 2018 nanti siswa-siswi jurusan IPA akan memilih Mata Pelajaran Biologi, sementara jurusan IPS akan mengikuti UN Sosiologi.

Untuk persiapannya, kata Zaenal, pihaknya sudah mengajak guru mata pelajaran yang di UN-kan untuk memulai belajar tambahan.

“Kalau soal guru, kami ini yang PNS hanya 8 orang. 20 Orang lagi guru TKS, enam honor murni dan dua staf TU. Masalah gaji TKS ini diback up Pemprov Sumsel Rp 1,8 juta per bulan, sementara untuk yang gaji honorer murni, pakai dana komite dan dana Program Sekolah Gratis (PSG),” jelas Zaenal.

Karena selama triwulan III dan IV 2017 dana PSG tak juga cair, maka kata Zaenal, SMAN Karang Dapo mengandalkan dana komite untuk menggaji guru honorer.

“Karena ada juga yang guru honorer ini mengajar mata pelajaran yang di UN-kan. Jadi diupayakan maksimal juga pelayanan kami terhadap para guru ini. Nah, untuk sementara gaji mereka dibebankan melalui dana iuran komite Rp 25 ribu per orang. Juga 15% dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” jelasnya.

Kalau yang dana komite itu, terang Zainal, tidak semua orang tua membayar. Karena ada 20% peserta didik SMAN Karang Dapo yang memegang kartu Program Indonesia Pintar (PIP). Dan mereka ini dibebaskan dari iuran komite, karena dinilai kurang mampu.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita