oleh

Tambang Ilegal Masih Beroperasi

CURUP – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rejang Lebong merekomendasikan agar tambang ilegal yang masih beroperasi untuk ditutup. Hal itu disampaikan Kepala DPMPTSP Rejang Lebong, Afni Sardi dikonfirmasi Rabu (16/1).

“Tadi kami dari DPMPTSP, kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan bagian tata ruang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pihak kecamatan dan kelurahan serta Sat Pol PP mengecek satu lokasi galian C ilegal yang informasinya masih beroperasi di kawasan Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup,” kata Afni.

Dijelaskan Afni, pengecekan terhadap dugaan adanya aktivitas tambang ilegal berdasarkan informasi dari masyarakat. Namun saat tim Pemkab Rejang Lebong turun mengecek langsung tidak ada aktivitas di lokasi tambang, disinyalir aksi tim Pemkab Rejang Lebong ini bocor.

Dari keterangan pekerja yang ditemui di sekitar lokasi, memang ada indikasinya galian C tersebut beraktivitas kembali.

“Kita memang tidak menemukan pemilik pengelola tambang, dan kita sampaikan pada sejumlah orang diduga pekerja yang di lokasi untuk direkomendasikan ditutup,” kata Afni.

Kondisi tambang itu, berada di dekat perbatasan antara Kecamatan Curup Utara dan Kecamatan Curup, yang berada di bibir sungai.

“Kalau lokasinya masih masuk Curup kota, bahkan kondisi galian C berada hanya satu meter di sekitar sungai,” ungkapnya.

Pengakuan Afni, tambang yang berada di Kelurahan Talang Benih tersebut, sebelumnya juga pernah diperingatkan untuk tidak beraktivitas karena memang di lokasi tersebut bukan kawasan untuk aktivitas galian C.

“Ini yang ketiga kalinya turun, kita rekomendasikan untuk ditutup, kalau memang masih buka nanti kita akan berkoordinasikan dengan aparat hukum. Kita ada proses pembinaan, kita imbau dulu, tidak langsung direkomendasikan ditutup,” tambahnya.

Afni menambahkan, tambang yang berada di Kelurahan Talang Benih, selain melanggar Perda RTRW, kemudian tidak perizinan karena sesuai tata ruang bukan untuk kawasan pertambangan untuk kecamatan Curup juga melanggar lingkungan karena berada di dekat sungai.

Untuk data tambang tidak berizin di Rejang Lebong ada sekitar 20 tambang yang ilegal, memang ada wilayah yang bisa dimanfaatkan untuk kawasan tambang namun pemilik tambang belum mengantongi izin dan memang ada juga tambang yang memang tidak berizin karena berada bukan di kawasan pertambangan seperti hari ini, walaupun di urus izinnya tidak akan dikeluarkan rekomendasi izinnya,” ungkap Afni. (sam)

Rekomendasi Berita