oleh

Tambah Medali Emas dari Bulutangkis

JAKARTA– Indonesia kembali mendapat tambahan medali emas di hari ke-11 Asian Games 2018. Emas itu datang dari tunggal putra bulu tangkis yang diraih Jonatan Christie dan ganda putra bulu tangkis dari Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi.

Hingga Selasa (28/8)  tambahan perak disumbang pemanah putri Diananda Choirunisa dari nomor recurve perorangan putri. Sementara satu keping medali perunggu diraih oleh Riau Ega Salsabila dari nomor recurve perorangan putra.

Dalam perolehan medali emas Asian Games 2018, Indonesia kini berada di urutan keempat dengan total 72 medali dengan rincian 24 emas, 19 perak, dan 29 perunggu.  Namun, perjalanan masih panjang. Masih banyak medali yang bisa diraih dan mendongkrak posisi Indonesia di perolehan medali Asian Games 2018. Atlet-atlet Indonesia pun siap terus berjuang untuk mengumpulkan medali demi medali. Indonesia menargetkan sekitar 16-20 medali emas untuk bisa masuk dalam posisi 10 besar klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2018.

 *Jonatan Christie Dedikasikan Kemenangan

Jonatan Christie berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018 cabor bulutangkis nomor tunggal putra. Dia mendedikasikan kemenangan itu untuk sosok-sosok penting dalam perjalanan kariernya.

Pada partai final melawan pebulutangkis asal Chinese Taipei, Chou Tien Chen, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8), Jonatan menang dalam pertandingan yang alot.

Selesai pertandingan, Jonatan mengungkapkan perasaannya bisa meraih medali emas pertamanya di Asian Games. Apalagi, tunggal putra sebelumnya tidak ditargetkan untuk meraih medali emas.

“Pertama-tama pastinya medali emas saya persembahkan buat Tuhan, karena Tuhan yang memberi talenta ini,” ujar Jonatan.

Pebulutangkis berusia 20 tahun ini mempersembahkan emas tersebut buat para penonton Indonesia. Suporter disebutnya memiliki peran besar dalam usahanya meraih medali emas. Bahkan tidak hanya di ajang Asian Games, tetapi juga di banyak kejuaraan lainnya.

“Terima kasih buat penonton, masyarakat Indonesia, dan keluarga, mulai papa, mama, dan nenek yang selalu mendukung saya sejak kecil,” kata pebulutangkis kelahiran Jakarta ini.

Dukungan dari pelatih juga disebut Jonatan Christie berperan penting dalam pencapaian di Asian Games 2018. “Saya persembahkan medali emas ini buat semuanya,” imbuhnya.

Setelah pertandingan, kepada awak media, Jonatan mengatakan, dia bisa tampil bagus melawan Tienchen setelah mendapat permintaan dari sang ayah. Permintaan ini disampaikan Andreas Adi sehari sebelum pertandingan.

“Pesen dari papa mama, kemarin mereka datang ke hotel. Dari dulu cita-cita papa ingin mengumandangkan Indonesia Raya, jadi dia minta tolong ke saya untuk jadi juara,” katanya di ruang konfrensi pers Istora Senayan, kemarin.

Sosok Andreas Adi memang berperan besar bagi Jonatan dalam perjalanan kariernya. Jonatan dikenalkan cabor ini oleh ayahnya dari kecil.

Dia mulai bermain bulu tangkis ketika usianya menginjak enam tahun. Sebelumnya, ia juga bermain olahraga lain, basket dan sepak bola. Namun, ayahnya menginginkan dirinya fokus pada buku tangkis.

**Kevin / Marcus Tak Percaya Fajar / Rian Persulit Emas Asian Games

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon sempat tak percaya dengan performa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada final bulu tangkis ganda putra Asian Games 2018. Bahkan, Fajar/Rian nyaris membungkam Kevin/Marcus.

Ganda pertama dunia itu dipaksa bermain tiga gim di Istora Senayan, Selasa (28/8/2018). Untuk mendapatkan medali emas Asian Games 2018, Kevin/Marcus harus bekerja ekstra keras.

Pertandingan itu berakhir 21-13, 18-21, dan 24-22 untuk kemenangan Kevin/Marcus. Kesalahan-kesalahan sendiri membuat Kevin/Marcus kerepotan.

“Saya sempat kaget karena kami sering tertinggal dari Fajar/Rian. Kita lebih beruntung di poin-poin akhir,” ujar Marcus kepada awak media.

Hal senada juga dilontarkan Kevin. Dia malah tak percaya Fajar/Rian bisa merepotkan. “Saya dapat mukjizat. Ketinggalan jauh tapi bisa menang. Fajar/Rian main bagus di luar ekspektasi kita,” ucapnya.

Di set ketiga, senar raket Kevin sempat putus. Hal itu sempat membuat Marcus bermain seorang diri.

Untungnya, Kevin/Marcus pantang menyerah dan menunjukkan pengalamannya. Perlahan mereka bisa mengejar. Setelah sempat deuce tiga kali, Kevin/Marcus berhasil menghentikan perlawanan Fajar/Rian 24-22.

“Raket Kevin sempat putus dan itu sebenarnya membuat saya gugup karena sudah poin kritis. Dari situ kita bisa unggul,” kata Marcus.

Marcus juga mengatakan, Fajar/Rian bermain lebih dari 100 persen. Namun Marcus senang meladeni ganda putra nomor dua Indonesia itu.

“Saya senang bisa meraih medali emas. Tapi Fajar/Rian bermain luar biasa, mereka tampil lebih dari 100 persen untuk melawan kami,” ujarnya. (Net)

Rekomendasi Berita