oleh

Tambah Dua Sekolah Rujukan

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Tahun 2017 lalu, SMPN Megang Sakti dan SDN Transbangdep Megang Sakti lolos verifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dan dinyatakan sebagai sekolah rujukan di Kabupaten Musi Rawas.

Tahun 2018 ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas kembali menarget, bisa melahirkan dua lagi sekolah rujukan. Itu dibenarkan Kadisdik Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto, Jumat (12/1).

Menurutnya, sekolah nantinya menjadi pusat pembelajaran bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Sekolah rujukan ciri utamanya, dilengkapi dengan laboratorium komputer.

“Jadi sekolah rujukan ini juga merupakan sarana memanfaatkan teknologi informasi, karena teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan layanan tetapi menjadikan informasi lebih akurat, cepat, variatif dan mudah diakses,” jelasnya.

Syarat-syarat sekolah yang akan dijadikan sebagai Sekolah Rujukan yakni sekolah tersebut telah menerapkan kurikulum 2013, memiliki ruangan atau lahan yang cukup, tidak ada sistem pembelajaran yang double shif dan Sumber Daya Manusianya memadai.

Bagaimana sepak terjang sekolah rujukan di Musi Rawa selama ini?

Kepala SMPN Megang Sakti, Mutia Farida menerangkan, SMPN Megang Sakti jadi sekolah rujukan tidak terlepas dari rekomendasi Disdik Musi Rawas.

“Jadi awalnya, Disdik Musi Rawas memilih beberapa sekolah yang dinilai potensial untuk jadi rujukan. Salah satunya kami (SMPN Megang Sakti,red). Lalu diajukanlah ke Kemdikbud. Khusus SMPN Megang Sakti kala itu diverifikasi oleh dosen Universitas Negeri Medan. Usai memverifikasi, dosen tadi akan memaparkan apa yang mereka lihat dan amati selama di calon sekolah rujukan. Mulai dari program kerja, kuisioner, juga ekosistem sekolah. Alhamdulillah akhir 2016 kami dinyatakan lulus verifikasi sebagai sekolah rujukan. Dan realisasi program kerjanya berjalan maksimal 2017,” jelas Mutia.

Sebagai sekolah rujukan, ada lima poin tugas yang penting untuk dipertahankan SMPN Megang Sakti dan SDN Transbangdep Megang Sakti.

Pertama, mempunyai program untuk mempertahankan akreditasi A. Kedua, menjaga ekosistem sekolah agar tetap menyenangkan dan berbudaya mutu. Ketiga, memiliki keunggulan.

“Kami menjadi sekolah Adiwiyata Nasional dan memiliki ekstrakulikuler marching band yang berprestasi,” tuturnya.

Keempat, konsisten pada peningkatan mutu. Dan kelima, konsisten pada pendidikan karakter.

“Dari lima poin tadi, yang paling berat dalam mempertahankannya adalah fokus inovasi pada pendidikan karakter dan meningkatkan kualitas keunggulan sekolah,” imbuh Mutia.

Selain itu, SMPN Megang Sakti juga wajib menularkan kelebihan ini pada lima sekolah imbas. Yakni, SMPN Purwodadi, SMPN Terawas, SMPN Muara Kelingi, SMPN Muara Beliti dan SMPN L Sidoarjo.

“Jadi kami disiapkan dana khusus untuk program pengimbasan. Diantaranya yang sudah kami lakukan, dengan mengadakan workshop penerapan model pembelajaran, jadi semua guru sekolah imbas khusus empat mata pelajaran yang di-UN-kan serta kepala sekolahnya, diajak belajar bersama di SMPN Megang Sakti. Selain itu, kami juga sering sharing. Karena mayoritas sekolah imbas kami ini sekolah model. Jadi bukan tidak mungkin, mereka juga memiliki kelebihan yang bisa kami tiru,” imbuhnya.

Nah, saat ini yang harus jadi perhatian, sekolah rujukan ini ditunjuk oleh Kemendikbud. Dengan harapan bisa jadi contoh sekolah-sekolah di Musi Rawas.

Mutia berharap dukungan dan bantuan dari pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

“Karena ada kekhawatiran kami, kalau tidak disentuh dengan bantuan atau pembinaan, sekolah rujukan bisa saja justru tidak tumbuh. Karena yang kami amati, sekolah rujukan ini tidak begitu mem-booming. Padahal itu sekolah pilihan kabupaten yang dipilih Kemdikbud. Karena disiapkan jadi contoh sekolah-sekolah lain, baik dari ekosistem dan keunggulan sekolahnya,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita