oleh

Takut Sepi Pembeli, Dua Pasar Induk Jarang Ditempati

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Lebih kurang dua tahun Pasar Tradisional B Srikaton tidak berpenghuni akibat pedagang tidak mau pindah karena khawatir sepi pembeli.

Namun, akhir tahun 2017, setengah dipaksa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura), akhirnya pasar induk yang dibangun sejak 2015 ini mulai ditempati pedagang satu persatu.

Namun, bukan hanya pasar di B Srikaton saja yang sulit untuk ditempati oleh pedagang, saat ini ada Pasar Induk Muara Beliti yang tidak kunjung dimanfaatkan, karena belum tersedianya akses jalan.

Kepada Linggau Pos, Sabtu (3/11) Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti membenarkan kalau pasar induk yang berlokasi di komplek perkantoran Agropolitan Center ini belum dimanfaatkan.

“Pasar itu belum dimanfaatkan, karena penduduknya dari perkotaan, karena sekarang masyarakat lebih cenderung belanja di Tugumulyo, Lubuklinggau, ataupun pasar yang ada lainnya,” kata Suwarti.

Meski demikian, kedepan pihaknya akan melengkapi fasilitas yang belum ada.

“Tahun depan kita rancang lagi, karena sekarang fasilitasnya belum lengkap, seperti jalan belum ada. Namun, saya yakin sekali kedepan pasar ini akan ramai ditempati oleh pedagang,”ungkapnya.

Karena memang, lanjut Suwarti, kedepan komplek perkantoran Agropolitan Center ini menjadi pusat pemerintahan Musi Rawas. Nanti di Kompleks Muara Beliti Agropolitan Centre itu, kata Suwarti, ada pelayanan Kantor Imigrasi, Kantor DPRD, Kantor Bupati, Rumah Sakit, dan perumahan.

“Dengan demikian artinya kedepan semakin ramai lokasi ini, kita mempersilakan nanti kepada pedagang untuk menempati pasar tersebut. Asalkan mau menuruti aturan tidak masalah bagi kita, siapa saja boleh menempatinya,”tutupnya.

Sementara Komisi II DPR Musi Rawas, Din Said membenarkan hal tersebut.

“Memang sudah banyak laporan yang kami terima mengenai pasar di Musi Rawas tidak ada penghuninya, salah satunya Pasar Tradisional B Srikaton yang dibangun sejak 2015 lalu. Seharusnya apa yang dibangun oleh dana APBD harusnya ditunggu, tetapi para pedagang ini dengan berbagai alasan ia enggan menghuninya,” terang Din Sain.

Sebagian ada yang beralasan takut sepi pembeli, sudah cocok dengan lapak yang lama dan lain-lain.

“Dan yang paling parah banyak lapak-lapak yang kualitas bangunannya kurang bagus,kecil dan kalau hujan banyak yang bocor. Kami tidak tahu kenapa kualitasnya kurang bagus itu, apa dari tukang bangunnya atau siapa,” ucapnya

Ia menyarankan pemerintah Musi Rawas melalui dinas terkait duduk bersama dan sewara mencari solusi atas masalah ini. (12/CW02)

Komentar

Rekomendasi Berita