oleh

Tak Sekadar Jalan-jalan, Tapi Belajar Jadi Wirausahawan

Outing Class, Multi Manfaat Bagi Anak Didik

Outing class jadi agenda wajib murid SDIQ Ar Risalah. Masing-masing tingkatan, memiliki tujuan yang berbeda. Apa manfaat yang didapat bagi anak?

Laporan Sulis, Air Kuti

SDIQ Ar Risalah terletak di Kompleks Pesantren Modern Ar Risalah, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Belum lama ini, sekolah yang dipimpin Amrina Rosyada itu menggelar outing class. Murid kelas I hingga V semuanya diikutsertakan. Tak sekadar jalan-jalan, mereka diajak belajar menjadi seorang wirausahawan.

Dari lima kelas tersebut, ada yang outing ke pabrik keripik, ke Kampung Warna Warni, ke Museum dan ke Kebun Buah Naga.

Menurut Amrina Rosyada, kegiatan itu dilakukan tujuan utamanya memperkenalkan kepada peserta didik tentang bagaimana potensi usaha di Kota Lubuklinggau.

Sekalipun masih kecil, guru yang kerap dipanggil Cik Ida itu yakin memperkenalkan peluang usaha sejak kecil akan jadi inspirasi bagi mereka ke depan.

“Yang terpenting mereka tahu, tentang tempat yang menyimpan ilmu di kota ini. Produsen keripik misalnya. Anak-anak diajak belajar bagaimana teknik produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, sampai packing. Dengan begitu, mereka tahu betapa tidak mudahnya membuat sebuah keripik. Sehingga yang tertanam dalam diri mereka untuk menghargai makanan. Jika pun terinspirasi untuk jadi wirausaha, itu juga jauh lebih baik,” jelas Cik Ida.

Lalu ke kebun buah naga, anak didik jadi tahu pohon buah naga yang sesungguhnya, teknik tanam, masa tanam, hingga panen. Bahkan mereka langsung mencicipi manisnya buah naga di kebun buah naga, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Dari sana, kata Cik Ida, anak-anak mendapatkan ilmu kekayaan vitamin di dalam buah naga itu. Anak yang mungkin tadinya tidak suka makan buah, jadi tergugah hatinya. Karena teman-teman sebayanya ikut mencicipi irisan buah naga.

Selain itu, mereka juga bisa belajar menghargai ciptaan Allah yang berbentuk tanaman.

Para guru juga membimbing anak ke Kampung Warna Warni. Yang dikonsep tepat di bantaran Sungai Kelingi. Di sana anak-anak berdecak kagum, bahwa ada tempat wisata yang cukup cantik di Lubuklinggau.
Anak-anak juga diajak ke Museum Subkoss Garuda. Mereka dikenalkan garuda, nama-nama pahlawan, juga benda-benda peninggalan sejarah. Ini mengajarkan, betapa susahnya perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan bangsa ini.

“Harapan kami, jiwa nasionalisme dan patriotisme mereka terpupuk. Sehingga mereka juga terinspirasi jadi pahlawan masa depan. Minimal untuk diri mereka sendiri dan lingkungan,” jelas Cik Ida lagi.

Outing yang berlangsung lebih kurang 120 menit itu mendapat apresiasi dari orang tua dan wali murid. Karena bisa jadi penguat silaturahim antar anak juga orang tua. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita