oleh

Tak Segan Sikat Anggota Terlibat Narkoba

” Saya dapat informasi ada lagi personel Polres Empat Lawang yang diduga terlibat narkoba. Makanya akan segera kami tindak lanjuti informasi tersebut. Kalau terbukti, akan ditindak tegas juga…”

PALEMBANG – Kasus narkoba yang membelit mantan Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Sulystiawan, membuat Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meradang.

Tak hanya marah, jenderal bintang dua juga mengaku dirinya kecewa dan sedih. Apalagi dirinya juga dapat teguran dari Mabes Polri.

“Saya ditegur karena kasus ini viral nomor 9 dari 10 viral teratas se-Indonesia. Kalau viral teratas, ya kasus prostitusi artis Vanessa Angel,” ujar Zulkarnain saat pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda Sumsel, kemarin (22/1).

Jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 1985 menegaskan, dirinya tidak main-main soal narkoba. Semua disikat. Termasuk Kapolres sekalipun.

“Itu sudah komitmen. Polisi harus bersih dari narkoba,” sambungnya.

Jenderal kelahiran Belitang Madang Raya, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), 31 Oktober 1965 juga menyebut, dirinya mendapat informasi ada lagi personel Polres Empat Lawang yang diduga terlibat narkoba.

Dirinya menegaskan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut. Kalau terbukti, ujarnya, akan ditindak tegas juga.

“Bahkan kalau ada barang buktinya, akan saya sikat juga. Saya tidak segan,” lanjutnya.

Sementara, pada pemusnahan barang bukti narkoba, rinciannya sabu seberat 13.429,55 gram atau sekitar 13,5 kg. Kemudian, pil ekstasi sebanyak 5.472 butir. Serta ganja sebanyak 60 batang yang berasal sebagian dari temuan ladang ganja seluas 2 hektare di Empat Lawang.

Seperti biasa, untuk sabu dan ekstasi, dimusnahkan dengan cara diblender. Lalu diberi larutan deterjen untuk menetralisir zat Amphetamine dan Metamphetamine yang menjadi zat utamanya. Sedangkan ganja dibakar.

Selain itu, para tersangka juga dihadirkan. Diantaranya Firmansyah yang merupakan pecatan Polri, Eni, Sukardiman, Marlina, Didik, dan Iwan.

“Kasusnya sudah dirilis beberapa waktu lalu. Seperti tersangka Firmansyah dan ibu mertuanya Eni. Mereka sekeluarga terlibat narkoba. Suaminya mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Serong, Banyuasin,” ujarnya.

Begitu juga pil ekstasi dari tersangka Didik yang ditangkap saat berada di kamar nomor 205 Hotel Princess.

“Dia termasuk jaringan Letto, bandar besar asal Jawa Timur,” ucapnya.

Kapolda memastikan, hampir semua narkoba yang masuk ke Sumsel berasal dari Cina. Masuk ke Indonesia melalui Malaysia lewat jalur laut.

“Terlepas dari itu, mari kita bersama memerangi narkoba. Sebab, narkoba adalah musuh bersama,” tegasnya.

Sementara, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman menambahkan, akan terus memburu para pemain narkoba.

“Juga terus pantau semua pintu masuk peredaran narkoba,” ungkap Farman.

Dari pemusnahan tersebut, lanjut Pamen berpangkat Melati Tiga, setidaknya Polda Sumsel telah menyelamatkan lebih dari 100.000 jiwa dari bahaya narkoba.

“Nanti ada lagi barang bukti narkoba yang segera kami musnahkan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono menjelaskan, pada prinsipnya sejak awal ia memimpin Mapolres Lubuklinggau tidak akan menolerir anggota yang terlibat narkoba. Bahkan pemberantasan narkoba adalah program utama AKBP Dwi Hartono.

“Bahkan saya sudah adakan tes urine untuk anggota. Ada dua yang positif dari Polsek Lubuklinggau Utara, langsung masuk sel,” tegas Kapolres tadi malam.

Ia menegaskan, setiap kali dalam pertemuan, ia selalu mengingatkan kepada anggotanya untuk menjauhi narkoba.

“Misal ada yang pakai, mereka menghadap ke saya, dan mau jujur, maka akan kami obati (rehab). Tapi kalau kedapatan saat tes urine atau tertangkap, ya langsung saya sanksi tegas,” ungkapnya. (SE/lik)

Rekomendasi Berita