oleh

Tak Segan Menindak ASN

Kabid Dikdas Disdik Muratara, Abdul Kadir

“Bagi yang tidak disiplin siapa pun itu, baik kepala sekolah, guru PNS dan TKS tenaga pendidik lainnya, akan kita tindak sesuai dengan aturan ASN. ..”

Sekalipun Jabatan Taruhannya

LINGGAU POS ONLINE, RAWAS ULU – Kemarin, Senin (8/1) perdana masuk sekolah usai libur panjang Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Untuk mengukur kedisiplinan peserta didik juga guru, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

Ada lima tim yang sidak, kemarin. Diantaranya Tim II untuk sekolah wilayah Kecamatan Rawas Ulu yang dipimpin oleh Kabid Pembinaan Dikdas Disdik Kabupaten Muratara, Abdul Kadir.

Ia mengatakan, sekolah-sekolah di Kecamatan Rawas Ulu yang jadi sasaran diantaranya yang berada di Desa Kerta Dewa dan Desa Pulau Lebar.

“Kita tidak mau hanya kata-kata belaka. Tidak ada tindak lanjut, dari sidak. Bagi yang tidak disiplin siapa pun itu, baik kepala sekolah, guru PNS dan TKS tenaga pendidik lainnya, akan kita tindak sesuai dengan aturan ASN. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini belum ada ditemukan yang manjang libur kecuali izin memang benar-benar sakit itu pun ada bukti surat dari dokter,” sebutnya kemarin.

Lebih lanjut Abdul Kadir memastikan, ia tidak takut menindak kedisiplinan kerja ini. Sekalipun jabatan taruhannya. Bila ada yang tidak senang dengan tindakannya, dirinya siap segalanya demi kemajuan pendidikan di Muratara.

“Disiplin faktor utama meningkatkan mutu pendidikan. Tanpa disiplin guru-guru pendidikan tidak akan maju. Kedepan mutu pendidikan harus benar-benar ubah mindset-nya, dengan mulai ketat dari kepala sekolah dan guru-guru, disiplin yang paling utama jangan disiplin cuma kata-kata saja,” bebernya.

Sesuai dengan launching pembinaan karakter dari kementerian yang pihaknya terima, penanaman karakter dari guru-guru dan tenaga kependidikan terdahulu baru ditularkan kepada siswa-siswa kalau guru sudah mempunyai rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab mendidik siswa-siswanya tanpa kekerasan.

“Menerapkan ilmu dari hasil pendidikan dan pelatihan di suatu lembaga pendidikan, sehingga akan timbul nuansa baru untuk maju dan berkembang,” sebutnya.

Sementara itu Ketua Tim IV yang dipimpin oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Barbara Desbi menambahkan, untuk kawasan Rupit hanya lima sekolah.

“Hari ini aktivitas sekolah hanya upacara, pembinaan, rapat pembagian tugas mengajar dan kebersihan, alhamdulillah semua sekolah yang didatangi, Kasek dan guru-guru sudah masuk semua,” sebutnya. (07)

Komentar

Rekomendasi Berita