oleh

Tak Lulus, Pelamar CPNS Boleh Menyanggah

LINGGAU POS ONLINE– Pagi ini, Senin (16/12) Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengumumkan hasil seleksi administrasi pelamar CPNS 2019. Kepala BKPSDM Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ralin Jufri melalui Kasi Diklat, Dedi menjelaskan setelah itu, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka BKPSDM akan membuka masa sanggah.

Masa sanggah yang disiapkan selama tiga hari, 16 Desember hingga 18 Desember. Dijelaskan Dedi, dijadwal BKN masa sanggah disiapkan selama 10 hari, 16 Desember hingga 26 Desember. Tiga hari untuk peserta menyampaikan sanggahan mereka, sisanya untuk Panitia Seleksi (Pansel) di masing-masing daerah menjawab sanggahan tersebut.

Di Muratara, dari 3.921 berkas yang diverifikasi sebanyak 285 berkas yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Di masa sanggah ini silakan bagi mereka yang mau menyampaikan sanggahan. Caranya tinggal sampaikan apa yang mereka sanggah, melalui akun saat mereka mendaftar. Nanti Pansel akan menjawab sanggahan mereka melalui akun itu juga,” jelas Dedi.

Dedi menegaskan, yang bisa disanggah bukan kesalahan dari peserta seperti kurang berkas dan sebagainya.

“Yang bisa disanggah seperti ada kesalahan dari Pansel. Misalkan peserta sudah mengirim berkas lengkap sesuai persyaratan, ternyata panitia verifikasi salah menyatakan berkasnya kurang lengkap,” ungkap Dedi.

Dari berkas yang dinyatakan TMS, diakui Dedi kebanyakan kesalahan fatal. “Salah satunya rata-rata salah pada pengisian kualifikasi pendidikan,” tambah Dedi.

Kepala BKPSDM Kota Lubuklinggau, Zulfikar melalui Kabid Pengadaan, Ahyar juga membenarkan hal ini.

“Sama, masa sanggah 10 hari, tiga hari diantaranya untuk peserta menyampaikan sanggahan mereka, melalui akun saat mendaftar. Sedangkan tujuh hari sisanya, waktu untuk kami menjawab sanggahan mereka,” jelas Ahyar.

Pengumuman dilanjutkan Ahyar, mereka umumkan melalui website BKPSDM Lubuklinggau pukul 00.00 WIB.

Dikutip dari situs sscn.bkn.go.id, masa sanggah ialah waktu pengajuan sanggah yang diberikan kepada pelamar untuk melakukan proses sanggahan terhadap pengumuman hasil seleksi administrasi.

Sanggahan dilakukan jika hasil seleksi administrasi tidak sesuai dengan berkas yang sudah diunggah oleh pelamar dan merupakan kesalahan verifikasi instansi.

Pelamar dapat mengajukan sanggahan maksimal 3 hari setelah pengumuman seleksi administrasi keluar. Caranya, masuk ke akun pelamar CPNS di SSCN dan mengklik tombol “Mengajukan Sanggah”. Letaknya ada di bagian bawah pengumuman syarat administrasi yang tidak terpenuhi.

Dalam form sanggah, terdapat beberapa pilihan dokumen yang akan disanggah. Peserta dipersilakan mengisi alasan sanggahnya, namun tak diperkenankan mengunggah ulang dokumen persyaratannya. Setelah itu, peserta akan diminta mengisi kotak pengecekan (checkbox) yang menyatakan bahwa alasan sanggah dibuat dengan dokumen sebenarnya.

“Apabila ternyata isian yang dibuat tidak sesuai dengan dokumen, maka (peserta) bersedia menanggung akibat hukum yang ditimbulkan,” tertulis dalam Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional 2019. Proses ini diakhiri dengan mengklik tombol “Akhiri Proses Sanggah”.

Setelahnya, instansi terkait akan melakukan proses verifikasi terhadap sanggahan tersebut selama 7 hari dan mengeluarkan pengumuman hasil sanggahan. Dengan catatan dokumen persyaratan yang digunakan untuk sanggahan adalah data pelamar saat awal mendaftar di SSCN 2019.

752 Pelamar Gagal

Masa sanggah pada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan untuk perbaikan berkas, atau melengkapi syarat yang kurang. Hal itu ditegaskan Kabid Pengangkatan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Wiwik Widianingsinh, Minggu (15/12).

Wiwik menjelaskan, kesalahan yang disebabkan keteledoran pendaftar yang membuat tidak lolos seleksi administrasi tidak masuk dalam kategori sanggah. Sebab, tahapan perbaikan telah selesai, dan masa sanggah bukan permasalahan tersebut.

“Masa sanggah tidak untuk mengubah kembali dokumen, maupun mengunggah ulang atau perbaikan,” tegas Wiwik.

Salah satu, contoh sanggahan yang dapat dilakukan oleh pendatar, yakni nilai IPK yang diinput saat mendaftar terjadi kesalahan sistem, yang membuat dirinya tidak lolos administrasi.

Adapun jumlah yang mendaftar sejumlah 8.018 peserta, yang memenuhi syarat 7.266 dan yang tidak memenuhi syarat 752. Penyebab, para pendaftar ini yang tidak memenuhi syarat macam-macam, ada yang IPK tidak sampai 2,75. Kemudian, yang diminta ijazah asli dan transkrip nilai, tapi yang diunggah ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir.

“Ada juga yang kualifikasi pendidikan tidak sesuai, misalnya MIPA tapi melamar di pendidikan,” tegasnya. (aku)

Laporan Riena Fitriani Maris/Sulis/Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita