oleh

Tak Bersalah, Lyra Virna Yakin Bebas dari Tuntutan Hukum

JAKARTA – Sidang perseteruan Lyra Virna dengan bos ADA Tour and Travel Lasty Anisa akan memasuki babak akhir. Kasus dugaan pencemaran nama baik ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Bekasi. Kamis (17/1) lalu perkara memasuki agenda duplik (menanggapi replik penggugat).

Dalam sidang tersebut, Lyra Virna sebagai terdakwa tidak mengajukan duplik dan memilih melanjutkan sidang ke agenda selanjutnya yakni putusan perkara. Sidang berikutnya, akan dilanjutkan pada 24 Januari mendatang dengan agenda mendengar putusan Majelis Hakim.

Istri Fadlan Muhammad ini optimis dengan putusan Majelis Hakim nanti. Lyra Virna yakin dirinya bisa memenangkan kasus tersebut dan bebas dari jeratan hukum.

“Klien dan penasihat hukum kita optimis dibebaskan dari tuntutan. Kita tidak mendahului kehendak Tuhan,” kata kuasa Hukum Lyra Virna, Faisal Farhan kepada wartawan, Kamis (17/1).

Ada beberapa hal yang membuat perempuan 37 tahun ini optimis memenangkan kasus ini dimana penjelasan dari semua saksi menyebut tidak ada pencemaran nama baik diunggahan Instagramnya. Ia bahkan menuntut haknya dari ADA Tour and Travel.

“Yang bikin optimis dalam fakta pembuktian kita ungka. Semua saksi dan saksi ahli, tidak ada niat jahat dari Lyra. Tujuan mbak Lyra menuntut haknya,” pungkasnya.

Lyra Virna ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dalam UU ITE yang dilaporkan bos ADA Tour Lasty Annisa. Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Polisi juga telah memiliki alat bukti dalam menetapkan Lyra Virna sebagai tersangka.

Lyra dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Pengacara Lyra, Razman Arief Nasution, mengatakan kliennya dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik (ITE). Padahal, menurut Razman, kliennya itu hanya mencurahkan keluh kesahnya mengenai penarikan uang dari travel agent yang belum sepenuhnya dikembalikan oleh penyelenggara.

Pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menggunakan haknya untuk memberikan jawaban atau replik. Menurut Faisal Farhan, seharusnya dalam persidangan Kamis (17/1) adalah agenda duplik dari pihaknya terhadap tuntutan JPU.

“Tadi duplik dari kuasa hukum mbak Lyra, namun kita tetap sesuai dengan pledoi (nota pembelaan) jadi tidak menggunakan dupliknya, tidak ada perubahan. Kamis tanggal 24 (Januari 2019) langsung dengan agenda putusan,” kata Faisal.

Lebih lanjut Faisal mengatakan apabila majelis hakim mengabulkan tuntutan JPU dan memvonis kliennya dengan hukuman 1 bulan penjara, mereka sudah siap untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.
“Ya jika putusannya dirasa tidak ada keadilan bagi Mbak Lyra, kami sebagai tim kuasa hukum, akan menempuh upaya hukum banding,” lanjut Faisal.

Sebagaimana diketahui, Lyra Virna dituntut oleh JPU satu bulan Penjara dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Lasty Anissa pemilik biro perjalanan ADA Tour.

Dilanjutkan Faisal, sampai saat ini pihak Lasty juga tidak menghubungi dan sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda putusan.

“Sejauh ini dari pihak Lasty tidak ada penolakan apa-apa. Karena pihak Lasty di persidangan sudah diwakili Jaksa Penuntut Umum. Jadi kita lihat nanti minggu depan,” ujar Faisal.

Faisal juga optimis untuk hasil sidang putusan minggu depan, bahwa Lyra Virna akan bebas murni.

“Insha Allah saya sangat-sangat optimis bisa tembus, mudah-mudahan tidak ada perubahan, sesuai dengan fakta yang kita ungkap kemarin,” tandasnya.

Kasus ini bermula ketika Lyra Virna sempat mengunggah keluhannya terkait ADA Tour and Travel melalui media sosial instagram pada 2017.

Lyra Virna bermaksud menagih sisa uang perjalanan umrah yang sebelumnya dijanjikan bos ADA Tour and Travel, Lasty Anisa.

Kendati demikian, bukannya dikembalikan Lyra Virna justru dipolisikan dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita