oleh

Tak Ada Pembatalan Haji

LINGGAUPOS.CO.ID- Kendati, pemerintah Arab Saudi saat ini tengah menyetop sementara penerbitan visa umrah dan ziarah ke Tanah Suci, seluruh tahapan persiapan ibadah haji tetap berjalan seperti biasa. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas (Mura), H Hermadi melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, H Asror, Rabu (18/3). Ia meyakini tidak ada pembatalan penyelenggaraan haji tahun ini.

H Asror mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Mura, selama belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, masyarakat tidak boleh memercayai informasi apapun, terlebih mengenai pembatalan haji.

Bahkan, lanjutnya, saat ini sudah ada keputusan dari Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020 mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441Hijriah/2020 Masehi yang bersumber dari biaya perjalanan ibadah haji, nilai manfaat dan dana efisiensi, di mana untuk biaya haji Embarkasi Palembang sebesar Rp33.073.602,00. Tahapan pelunasan haji, tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dimulai 19 Maret sampai 17 April mendatang.

Sedangkan untuk kuota haji di Kabupaten Mura untuk sementara tahun 2020, lanjut H Asror berjumlah 136 orang.

Hanya saja lanjut Asror, jadwal imunisasi meningitis yang ditunda. “Seharusnya imunisasi meningitis dilaksanakan pada 20 Maret mendatang, tapi terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelas Asror.

Hal sama disampaikan Kepala Kankemenag Kota Lubuklinggau, H Azhari Rahardi. “Kalau ada info tentang pembatalan haji, tidak benar! Itu hoaks,” ungkap H Azhari Rahardi.

Pada kesempatan ini, ia mengimbau kepada masyarakat atau jemaah calon haji agar tidak mudah mempercayai isu-isu bila belum tahu kebenarannya.

“Kalau ada isu-isu yang kurang pas, agar segera berkonsultasi ke Kantor Kemenag Kota Lubuklinggau, dan saya menginformasikan bahwa haji tahun ini dipastikan akan berjalan sesuai jadwal. Bahkan biaya haji saja sudah keluar,” jelasnya.

Untuk kuota haji Kota Lubuklinggau tahun ini sementara berkisar 213 orang dan mungkin akan ditambah dengan usia lanjut dan penambahan kuota. Sedangkan untuk kuota haji tahun lalu sebanyak 263 orang.

Sementara Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia, Syam Resfiadi meyakini saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan berbagai hal, sehingga penyelenggaraan haji bisa terlaksana. Sebab, berdasarkan catatannya, sejauh ini belum pernah penyelenggaraan haji dibatalkan karena masalah penyakit.

Hanya saja, ia tidak memungkiri bahwa dengan ditutup sementaranya umrah, ada penyelenggara perjalanan yang arus kasnya macet. Sehingga, kemungkinan perusahaan akan terbebani apabila harus segera melakukan pelunasan.

Syam memperkirakan perusahaan yang tak siap terutama perusahaan travel-travel kecil yang memiliki jemaah sedikit.

“Dia yang jumlah jemaah umrahnya lebih besar daripada hajinya. Tentunya dengan umrah, uang dia masih ditambah disuruh bayar pelunasan haji. Walaupun jemaah sudah bayar, kemungkinan cash flow-nya kalah lagi,” jelasnya dia.(*)

Artikel ini sudah terbit di Harian Pagi Linggau Pos dengan judul”Tak Ada Pembatalan Haji”

Rekomendasi Berita