oleh

Tahun Ini Kasus Kebakaran di Lubuklinggau Meningkat

LINGGAU POS ONLINE, PASAR SATELIT – Terhitung Januari hingga November 2017 sebanyak 22 kasus kebakaran ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau.

Kepala DPKPB Kota Lubuklinggau, Kgs Effendy Feri mengatakan bahwa sesuai dengan data yang diterima kasus kebakaran di kota Lubuklinggau meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu.

“Tercatat, tahun 2017, sudah terjadi 22 kasus kebakaran. Sementara tahun 2016, tercatat lebih kurang 15 kasus kebakaran. Jadi memang ada peningkatan,” kata Kgs Effendy Feri, Sabtu (4/11).

Kgs Effendi Feri menjelaskan, sedangkan penyebab sampai saat ini 75 % masih disebabkan korsleting listrik ditambah kondisi rumah yang sedang kosong.

“Jadi untuk masyarakat yang mau bepergian harap melakukan pengecekan kembali posisi keamanan rumah apakah instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, memang saat melakukan penanganan bencana kebakaran kadang-kadang petugas datang terlambat, sebab kendaraan lain tidak memberikan jalan mobil petugas saat akan menuju lokasi kebakaran.

“Padahal informasi yang kita dapatkan, saat ini sudah sangat cepat. Namun kendalanya, ketika di lapangan mobil kita sulit menuju lokasi. Untuk itu selalu kami imbau, masyarakat untuk menepikan kendaraannya ketika mobil Damkar melintas dengan suara sirine. Itu artinya, sedang terjadi kebakaran dan mobil harus cepat tiba di lokasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kecamatan yang paling rawan kebakaran yakni wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Timur II . Lalu diikuti Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan II, Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan II. Sementara yang jarang terjadi kebakaran di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan II.

Feri sapaannya memaparkan, untuk mengantisipasi kebakaran dan bencana lain, mereka memaksimalkan tujuh armada serta 175 Pekerja Harian Lepas (PHL) untuk membantu masyarakat yang terkena musibah kebakaran. Dengan empat posko setiap posko 20 hingga 30 personel yang siaga dengan sistem piket.

“Armada kita ada tujuh, semua bagus dan bisa digunakan. Personel yang kita kerahkan untuk Damkar ada 175 PHL yang 60%-nya lulusan SMA, selain 40 personel PNS. Guna mempercepat dalam memadamkan api, kita juga membuat empat posko. Posko induk di kantor kita saat ini, di Kelurahan Pasar Satelit dengan tiga armada yang stand by. Posko kedua di wilayah Lubuklinggau Timur, tepatnya di eks Kompi. Ketiga di wilayah Lubuklinggau Utara dan terakhir di wilayah Lubuklinggau Barat, di kompleks perkantoran Pemkot di Kelurahan Kayu Ara. Untuk ketiga posko ini, masing-masing satu armada,” tutupnya.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita