oleh

Tagihan Rekening Listrik Warga Melonjak

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Pelanggan PLN Desa Aur Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, mengeluhkan lonjakan pembayaran tagihan rekening listrik. Tingginya tagihan rekening listrik itu membuat warga merasa tercekik, lantaran hanya mengandalkan penghasilan pas-pasan untuk membayar tagihan tersebut.

Kekecewaan warga terhadap pihak PLN tidak hanya pada persoalan tagihan yang membengkak. Pada layanan yang didapat pelanggan saat menanyakan hal itu ke PLN juga dinilai sangat mengecewakan.

Lekat, warga setempat mengaku kecewa atas pelayanan diberikan PLN Tebing Tinggi. Setidaknya dalam dua bulan terakhir ini pembayaran rekening listrik mengalami kenaikan hingga 100 % lebih.

“Awalnya kami anggap wajar, kalau saja karena pemakaian kami yang berlebih. Namun setelah sebulan ini kami lakukan pengurangan pemakaian, pembayaran kami justru tambah naik,” kata Lekat kepada wartawan, Senin (22/1).

Menurut dia, pelanggan PLN berdaya 4 Ampere ini, berapa hari lalu dirinya, pernah melakukan protes ke pihak PLN Tebing Tinggi. Namun protes yang dia sampaikan ini, seakan tidak ditampik oleh petugas dan seakan permasalahan ini hal biasa dan dianggap remeh meski sudah tahu kesalahan yang dilakukan pihak PLN.

“Saya sudah ajukan protes, jawabannya cuma maaf ini memang kesalahan PLN, bapak tenang saja jangan memperpanjang masalah ini,” cerita lekat.

Jika dilihat dari resi pembayaran yang dilakukan, kata ayah tiga anak ini, nilai KWH Meter yang tertera di resi dan yang tertera di amper didapati perbedaan jumlah yang cukup tinggi antara yang tercatat di Ampere dengan yang ada di struk pembayaran. Hal inilah yang membuat dirinya semakin geram.

“Di amper tercatat 68.95, sedangkan yang tertera di struktur pembayaran 69.10. Itu yang saya lihat hari Sabtu lalu tanggal 20 Januari. Petugas pencatat sudah datang sendiri dengan cara memotret meteran pakai HP dengan tongsis, sudah dilihat nominal meteran tidak mungkin keliru kalau bukan disengaja,” katanya.

Jika kejadian ini dibiarkan semakin larut, sambung dia, akan lebih bayak lagi pelanggan PLN yang kecewa. Apalagi dengan keputusan yang ditawarkan petugas PLN agar kesalahan ini tidak berlanjut dan berdalilkan kelebihan pembayaran yang telah diakui dan diketahui setelah adanya protes dari pelanggan bahwa membengkaknya tagihan tersebut lalu diberi bujuk agar sisa kelebihan pembayaran untuk menutupi pembayaran bulan selanjutnya.

“Bagaimana hendak menutupi pembayaran bulan depan sedangkan pemakaian saja belum tahu,” katanya bernada kesal.

Sementara itu, salah seorang pemegang kartu subsidi listrik PLN juga mengaku kesal, sebab harapan dapat meringankan pembayaran dengan kartu subsidi yang dia pegang ternyata tidak ada fungsi sama sekali, saat ada kenaikan tarif listrik PLN.

Hal senada juga dituturkan Rul, yang juga berdomisili di Desa Aur Gading. Selaku pelanggan PLN dirinya memiliki Kartu Subsidi  yang diharapkan berfungsi dapat membantu meringankan beban pembayaran meski terjadi kenaikan tarif. Namun faktanya pemegang kartu tersebut juga mengalami nasib serupa dengan pelanggan lain

“Kami ada kartu subsidi, cuma kartu ini tidak berlaku saat kami melakukan pembayaran meski langsung ke kantor PLN,” akunya.

Dia berharap agar pihak PLN, dapat cepat melakukan tindakan serta peninjauan ke lapangan untuk memastikan yang sebenarnya terjadi di lapangan.

“Kalau lihat sendiri ke lapangan, akan tahu pastinya bagaimana,” tegasnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita