oleh

Tabrakan Beruntun di Rejang Lebong, Dua Tewas Terbakar, Satu Terjepit

-Peristiwa-1.005 dibaca

LINGGAU POS ONLINE – Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) menelan korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Rejang Lebong Selasa (28/5) pukul 00.00 WIB.

Korban tewas dalam musibah kecelakaan tersebut tiga orang. Dua diantaranya terbakar saat berada di dalam mobil dan satu orang tewas terjepit.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika yang langsung memantau lokasi terjadinya kecelakaan di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau tepatnya di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang membenarkan informasi tersebut.

“Benar, ada kecelakaan yang menyebabkan tiga orang meninggal dan kecelakaan ini ada di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tegas Jeki.

Antara TKP Lakalantas pertama dengan TKP Lakalantas kedua tak berjauhan dan dalam jeda waktu sekitar tiga jam atau sekitar pukul 03.00 WIB.

Dipaparkan Jeki, pada TKP pertama melibatkan truk tronton Nomor Polisi (Nopol) BK 9274 EB bermuatan alat berat dari arah Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Diduga tronton yang membawa eskavator (alat berat) itu mengalami rem blong sehingga tiba-tiba menabrak sejumlah rumah sekitar TKP.

Dalam kejadian itu, sang sopir yang bernama Ilham Ramadan meninggal dunia di tempat karena terjepit. Sementara kernetnya bernama Boby mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit.

“Dua anak Nanik yang merupakan pemilik warung yang ditabrak tronton juga terluka. Karena diduga terkena reruntuhan dan benturan tembok yang tertabrak tronton. Keduanya yakni Piter (9) mengalami memar dan patah tangan kanan, kemudian Depo (15) yang juga mengalami sejumlah luka memar,” paparnya.

Kemudian, sambung Jeki, dua jam kemudian sekitar pukul 03.00 WIB saat petugas kepolisian, dibantu aparat TNI, pihak pemerintah daerah kecamatan, dan masyarakat melakukan evakuasi saat itu, datang kendaraan dari arah Lubuklinggau dengan kecepatan tinggi.

“Sudah diberi tahu untuk memperlambat laju kendaraan, tapi tidak diketahui hingga akhirnya Grand Max Nopol B 1732 UVH bertabrakan dengan mobil milik PD Roda Enam jenis Merci yang hendak melakukan evakuasi tronton bermuatan alat berat,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, Lakalantas kedua itu menyebabkan ledakan dan tiba-tiba api membesar membakar Grand Max yang kemudikan Suhandi alias Andi (29) dengan Kernet Agung Aprindo (21) juga merembet ke mobil Merci hingga hangus,” jelas Jeki.

Baik Suhandi maupun Agung terjepit sehingga tak bisa menyelamatkan diri. Mereka meninggal di tempat karena terbakar di dalam mobil Grand Max. Sisa jenazah korban yang masih dievakuasi kemudian dibawa ke RSUD Curup.

Jeki mengaku saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dua TKP dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Kami masih melakukan penyelidikan dulu, sehingga belum bisa mengambil kesimpulan ini terbakar habis, karena kendaraan terbakar,” kata Jeki.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Rejang Lebong, AKP Henry Hutasoit menjelaskan, dua korban meninggal yang berada di dalam mobil Grand Max yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya lantaran terbakar saat ini sudah diketahui.

Lokasi kejadian yang cukup panjang sempat menjadi perhatian pengendara yang melintas lantaran berada di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau hingga sempat menyebabkan kemacetan.

Kemacetan diduga selain banyak pengendara berjalan lambat ingin mengabadikan momen dengan handphone juga banyak warga yang ingin menyaksikan secara langsung.

Beberapa puing-puing kendaraan sudah mulai dievakuasi oleh petugas, begitupun beberapa rumah yang terdampak mulai di bersihkan oleh warga sekitar.

“Tadi malam saya ingat nian, tronton tu nabrak warung,” tutur Anrong, warga sekitar.

Saat petugas dan warga sibuk melakukan evakuasi, justru kecelakaan lebih parah kembali terjadi.

“Mobil Grand Max habis terbakar, apinya sangat besar hingga menyebabkan dua mobil terbakar,” tambahnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, Grand Max yang menabrak truk yang dilakukan evakuasi diketahui bukan kendaraan travel, melainkan kendaraan pribadi yang diduga mengangkut minyak mentah, muatan di dalam kendaraan itu pula yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

Sementara itu, korban Suhandi (29) yang diketahui tinggal di Gang Kantil Kelurahan Marga Rahayu, ternyata baru sebulan setengah menetap di sana. Almarhum berasal dari Desa Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas.
Karena itu juga, jenazah almarhum dibawa ke Desa Bingin Jungut untuk dimakamkan di sana.

“Kami mengetahuinya, sekitar pukul 04.00 WIB sebelum imsak. Kemudian pagi itu istri almarhum Andi, Novi bersama kerabat dan tetangga langsung ke Curup,” jelas Karno, tetangga korban.

Ia menambahkan, sore hari sebelum kejadian Andi masih terlihat berada di rumah bedeng yang ditempatinya.

“Memang dia kerja sebagai sopir. Informasinya berangkat dari rumah malam hari,” tambahnya.

Karno menambahkan tetangga tidak menyangka terjadi peristiwa seperti itu.

“Orangnya ramah dan pandai bergaul. Bahkan beberapa hari sebelum kejadian, selalu ceria,” ceritanya.

Sementara itu informasi lain diterima Linggau Pos, Suhandi alias Andi, sebelumnya mengambil minyak mentah menggunakan mobil di daerah Musi Banyuasin (Muba). Minyak dibawa ke Lubuklinggau, kemudian korban istirahat.

Selanjutnya korban berangkat lagi menuju Bengkulu, tempat pengantaran terakhir minyak mentah.

Sedangkan korban Agung Aprindo (21) diketahui warga RT.4 No.46 Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Ketua RT.4 Kelurahan Kayu Ara, Nuraini membenarkan Agung warganya.

“Dia anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Herman (51) dan Wabaroza (47). Almarhum baru tamat SMA langsung bekerja menjadi kernet,” jelasnya.

Nuraini menambahkan, almarhum Senin (27/5) pagi masih ada di rumahnya. Kemudian malam harinya pergi bekerja bersama almarhum Andi.

Orang tua korban, ditambahkan Nuraini baru mendapatkan informasi sekitar pukul 06.00 WIB. Kemudian langsung ke RSUD Curup.

“Almarhum dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Kayu Ara,” jelasnya.

Terakhir, ia menjelaskan Agung Arpindo dikenal rajin dan penurut. Makanya setamat SMA langsung bekerja untuk menjadi tulang punggung keluarganya.(sam/adi)

Rekomendasi Berita