oleh

Tabloid Indonesia Barokah Beredar di MLM

Komisioner Bawaslu Mura, Khoirul Anwar:
“Ada 11 paket Tabloid Indonesia Barokah terkirim ke alamat tujuan yang ada di wilayah Kabupaten Mura, dan diketahui semuanya ditujukan ke sejumlah Pondok Pesantren di Musi Rawas…..”

MUSI RAWAS – Bawaslu Kabupaten Musi Rawas (Mura) melakukan pencegahan penyebaran Tabloid Indonesia Barokah di wilayah Kabupaten Mura.

Hal ini dilakukan karena sudah ada instruksi dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap meluasnya peredaran tabloid tersebut.

Demikian disampaikan Komisioner Bawaslu Kabupaten Mura, Khoirul Anwar, Selasa (29/1).

Menurutnya, sebelumnya Bawaslu Kabupaten Mura mendapatkan informasi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Walisongo di wilayah Kecamatan Tugumulyo, yang telah menerima kiriman Tabloid Indonesia Barokah sebanyak 1 paket yang berisi dua eksemplar.

Selanjutnya, mereka langsung berkoordinasi dengan PT Pos Indonesia Cabang Lubuklinggau untuk melakukan pendataan jumlah tabloid yang terkirim.

Hasilnya, didapatkan informasi bahwa sudah ada 11 paket Tabloid Indonesia Barokah terkirim ke alamat tujuan yang ada di wilayah Kabupaten Mura. Dan diketahui semuanya ditujukan ke sejumlah Ponpes di Mura.

Sedangkan paket yang belum dikirimkan ke tujuan, ada 188 paket.

“Untuk sementara ini kami berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. Karena, diinstruksikan oleh Bawaslu RI untuk melakukan identifikasi dan lokasi penyebaran tabloid jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses pengawasan melekat di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Menurut kajian Sentra Gakkumdu Pusat, bahwa konten dari Tabloid Indonesia Barokah tersebut tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu sehingga Bawaslu tidak dapat melakukan proses penindakan pelanggaran.

“Kami berharap dengan adanya pemberitaan bahwa penyebaran Tabloid Indonesia Barokah yang mana ada bagian tertentu yang menyudutkan Pasangan Calon (Paslon) tertentu tidak membawa efek negatif di Mura. Maka dari itu langkah cepat dengan berkoordinasi pihak terkait sangat penting dilakukan,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap kepada peserta Pemilu di Kabupaten Mura, dalam melakukan kampanye menggunakan metode-metode kampanye yang baik, sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan menyampaikan visi, misi dan program untuk meyakinkan masyarakat.

Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menerima pemberitaan, tidak ikut menyebarkan berita hoaks terutama terkait dengan proses kampanye Pemilu 2019.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu, Bahusi mengatakan pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap Tabloid Indonesia Barokah, sesuai instruksi dari Bawaslu RI.

Namun, berdasarkan pengamatannya dan informasi dari manajemen PT Pos Indonesia Cabang Lubuklinggau, untuk wilayah Lubuklinggau belum ada yang dikirim, karena mereka dapat petunjuk untuk tidak mengirimkan paket tersebut ke lokasi tujuan.

“Setelah dikroscek, di PT Pos Lubuklinggau ada Tabloid Indonesia Barokah, dan pengecekan berdasarkan instruksi Bawaslu RI,” ungkapnya.

Adapun rincian penyebaran Tabloid Indonesia Barokah di wilayah Kota Lubuklinggau adalah, 19 amplop di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, 68 amplop wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Kemudian, 26 amplop wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I, 17 amplop wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dan 18 amplop di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

“Semuanya dalam amplop cokelat, dan karena ini sifatnya nasional. Kami menunggu petunjuk dari Bawaslu RI,” jelasnya.

Kepala PT Pos Kota Lubuklinggau, Ahmad Rosadi mengatakan Tabloid Indonesia Barokah tersebut telah tiba di Kota Lubuklinggau pada 25 Januari 2019. Namun, saat itu mereka belum mengetahui isi dari paket yang berisikan 30 amplop, untuk Ponpes dan Kabupaten Mura dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Sehingga, sudah didistribusikan sebanyak 13 amplop, dengan rincian 11 amplop di wilayah Kabupaten Mura, dan 2 amplop di wilayah Kabupaten Muratara.

Tapi, pada esok harinya 26 Januari 2019, ada instruksi untuk tidak mendistribusikan kiriman ke Ponpes, maka 17 amplop ditahan di Kantor PT Pos Lubuklinggau.

Kemudian, pada 28 Januari 2019, kembali datang lagi sebanyak 2 koli, dengan tujuan masjid-masjid yang ada di wilayah Kabupaten Mura dan Muratara. Rinciannya, 65 amplop untuk masjid di wilayah Kabupaten Muratara, kemudian 52 amplop untuk masjid Kecamatan Sumber Harta, 70 amplop untuk masjid di wilayah Kecamatan Tugumulyo, 39 amplop untuk masjid di wilayah BTS Ulu, 15 amplop untuk masjid di Tiang Pumpung Kepungut (TPK), dan 5 amplop untuk masjid di wilayah Kecamatan Tuah Negeri. Bahkan, ada juga untuk wilayah Kota Lubuklinggau, dengan sasaran semua masjid.

“Setelah dapat instruksi via telepon, kami langsung menahan barang yang akan dikirim di Kantor PT Pos Lubuklinggau. Dan Bawaslu telah melakukan pendataannya,” katanya.

Berdasarkan tulisan yang dimuat dalam amplop Tabloid Indonesia Barokah, dengan alamat redaksi Pondok Melati, Bekasi. (aku)

Rekomendasi Berita