oleh

Syaiful Hadi Usulkan Raperda Larangan Maksiat

Yeni Risnawati

Yeni : Akan Kita Bahas

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Selain Minuman Keras (Miras), salah seorang Ulama Kota Lubuklinggau, Syaiful Hadi mengusulkan agar dibuatkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang larangan perbuatan maksiat. Tujuannya, agar tidak ada lagi warung esek-esek tempat perbuatan-perbuatan maksiat di Kota Lubuklinggau.

Salah satunya, yakni tempat-tempat prostitusi yang masih ada di Kota Lubuklinggau. Harusnya sama seperti Miras, bisa diatur larangan adanya tempat prostitusi atau ‘warung esek-esek’ melalui Perda. Karena selama ini menurut Syaiful Hadi, kendala pemerintah untuk menutup tempat-tempat lokalisasi lantaran belum adanya aturan yang mengatur untuk melarang.

“Selama ini baru sekedar imbauan, sehingga masih ada tempat-tempat prostitusi. Seharusnya diatur dengan tegas dan jelas oleh Perda,” tegas Syaiful Hadi.

Asalkan dilanjutkan Syaiful Hadi, aturannya sama seperti usulan mereka mengenai Raperda Miras. Jangan hanya untuk mengendalikan atau mengatur saja, namun jelas untuk melarang. Karena ketika judul Raperda hanya pengendalian, akan tetap ada tempat-tempat lokalisasi yang dianggap diperbolehkan. Sementara, dalam Alquran jelas diatur kalau perbuatan maksiat harus dilarang.

Selain itu, ketika membuat Raperda dipikirkan juga bagi mereka yang bekerja di tempat lokalisasi tersebut. Mereka jangan sampai dibiarkan, namun diberikan solusi. Dengan solusi, mereka tidak akan kembali ke pekerjaan maksiat.

Menanggapi usulan tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Yeni Risnawati menjelaskan, kalau pihaknyapun sudah lama mengimbau eksekutif untuk mengantisipasi maraknya perbuatan maksiat, salah satunya tempat-tempat prostitusi. Terutama, ‘warung esek-esek’ yang berkedok tempat penginapan, atau warung kopi.

Ia mengakui melalui inisiatif DPRD, pihaknya belum mengusulkan Raperda tentang Larangan Maksiat. Namun usulan dari ulama ini tentunya akan menjadi dasar mereka, untuk dibahas secara internal.

Namun untuk imbauan dan desakan agar tutup tempat-tempat prostitusi, terutama selama Ramadan terus disampaikan ke pemerintah.

“Usulannya bagus, karena permasalahan ini juga sering menjadi pembahasan kita. Insya Allah nanti akan saya sampaikan kembali ke anggota komisi I lainnya, untuk dibahas,” kata Yeni.

Langkah awal untuk mengantisipasi maraknya perbuatan maksiat, diungkapkan Yeni, sudah mereka lakukan. Yakni dengan mengusulkan dan membahas Raperda tentang Pendidikan Baca Tulis Alquran. Dengan Perda ini nantinya diharapkan, anak-anak kita lebih paham dengan Alquran dan menjadi benteng untuk jauh dari perbuatan maksiat. (13)

Rekomendasi Berita