oleh

Support Pelaku dan Pecinta Seni di Lubuklinggau

Penayangan film pendek yang mengikuti event Lubuklinggau Short Movie Festival 2017, di Gedung Dewan kesenian Kota Lubuklinggau, Jumat (29/12).

Untuk Terus Berkarya

KETUA Dewan Kesenian, sekaligus Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana hadiri penayangan film pendek yang mengikuti event Lubuklinggau Short Movie Festival 2017 yang digelar Dewan kesenian Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan Beni Institut. Penayangan dilaksanakan di Gedung Dewan Kesenian Kota Lubuklinggau, Jumat (29/12).

Ketua Dewan Kesenian Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana mengaku, pemerintah kota dan dewan kesenian memberikan dukungan penuh kepada pelaku dan pecinta seni di Bumi Sebiduk Semare dalam berkarya. Salah satunya dengan terselenggaranya event Lubuklinggau Short Movie Festival 2017.

“Syukur Alhamdulillah animo peserta mengikuti Short Movie Festival cukup besar, terbukti banyak peserta yang ikut. Kedepan insya Allah, akan kita laksanakan lagi event seperti ini,” ungkapnya.

Sebanyak 66 dari 77 film pendek mengikuti event Lubuklinggau Short Movie Festival 2017, yang digelar Dewan kesenian Kota Lubuklinggau bekerja sama dengan Beni Institut tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sumsel, namun ada juga dari pulau Jawa dan Makasar.

“Total ada 77 peserta, tapi hanya 66 peserta yang kami reveload, antara lain dari Kota Lubuklinggau, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Muara Enim, Prabumulih, Palembang, Sumatera Barat, Jakarta, Batam, Kediri dan Makasar,” ujar panitia Lubuklinggau Short Movie Festival, Beni Arnas.

Menurutnya, dari Kota Lubuklinggau sendiri sedikitnya ada sekitar 20 peserta yang mengirimkan karya film pendeknya kepada panitia. Namun, setelah diseleksi secara detail hanya sekitar 15 peserta yang dapat digolongkan masuk kategori pelajar.

“Kita menginginkan mulai dari produksi, sutradara dan pemain memang dilaksanakan oleh pelajar, tinggal bagaimana memberikan kepercayaan kepada mereka untuk berkarya,” jelasnya.

Dari setiap kategori yang dipertandingkan, Beni mengaku pemilihan pemenang ditentukan oleh jumlah penonton yang melihat dan menyukai film tersebut melalui Youtube.

“Hanya ada juara favorit dalam setiap kategori, soal teknis di lapangan kita tidak mencampuri sejauh itu. Intinya kita ingin lebih menggairahkan seluruh pecinta seni di Lubuklinggau untuk berkarya,” jelasnya. (Rls/09)

Komentar

Rekomendasi Berita