oleh

Sungai Mesat Tercemar

LUBUKLINGGAU – Sungai Mesat yang melintasi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Kecamatan Lubuklinggau Timur II diindikasi sudah tercemar. Hal ini dilihat dari warna air sungai yang kuning kecokelatan, selain itu tumpukan sampah ada di sepanjang aliran sungai.

Meskipun terindikasi tercemar, air sungai tersebut masih dimanfaatkan warga sekitar untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Berbagai alasan warga masih menggunakan air Sungai Mesat, seperti layanan PDAM-TBS Lubuklinggau yang kerap tidak mengalir. Selain itu lebih efisien waktu.

Seperti disampaikan Heny (30) salah seorang warga Kelurahan Mesat Seni, mengatakan jika air PDAM-TBS Kota Lubuklinggau tidak mengalir ia bersama keluarganya memilih untuk MCK di Sungai Mesat.

“Kalau untuk masak pakai air galon, tapi MCK masih ke Sungai Mesat karena lebih dekat,” kata Heny.

Diakui Heny, tidak jarang anaknya gatal-gatal pasca mandi di Sungai Mesat. Namun, ia mengabaikan hal tersebut, dan menganggap gatal yang dideritanya hal biasa.

“Memang gatal tapi tidak parah,” cetusnya ringan.

Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengakui aliran Sungai Mesat masih banyak sampah. Hal ini disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di aliran sungai.

“Sudah untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai, padahal pemerintah sudah menyediakan kontainer Tempat Pembuangan,” tegas Rahman Sani.

Diakui Rahman Sani, dalam waktu dekat akan ada aksi bersih Sungai Mesat. Tentunya kegiatan ini melibatkan semua elemen termasuk masyarakat di sepanjang aliran Sungai Mesat. (nia)

Rekomendasi Berita