oleh

Sungai Are Ditemukan Sejak 1963 Lalu

Potensi Wisata di Kecamatan Paiker

Kabupaten Empat Lawang banyak memiliki potensi wisata yang dapat memukau mata pengunjung yang melihat. Setelah sebelumnya ada tiga air terjun yang diresmikan oleh Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah, di Desa Kemang Manis, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Muhammad Iqbal Bakti, Tebing Tinggi

Kali ini ada satu potensi wisata yang berada di Desa Talang Padang, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, yaitu Danau Sungai Are.

Informasi yang didapat, Danau Sungai Are ini terbentuk secara alami yang terletak di puncak bukit barisan yang cukup tinggi. Danau ini pertama kali ditemukan oleh Nul (Alm), warga Desa Talang Padang, Kecamatan Paiker, Kabupaten Empat Lawang pada tahun 1963.

Karena pesonanya yang sangat memukau, akhirnya pada tahun 1965, masyarakat mulai membuka lahan perkebunan kopi di sekitar danau dengan luas sekitar dua hektar. Aliran air dari Danau ini disebut sungai Are yang merupakan salah satu sumber sungai keruh dan mengalir ke sungai Musi.

Aliran sungai ini dimanfaatkan oleh petani sekitar untuk pertanian dan perkebunan dan menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Namun hingga kini, pemerintah setempat dan masyarakat sekitar mulai kembali melestarikan potensi wisata Danau Sungai Are.

“Beberapa waktu lalu, saya bersama enam Kepala Desa dan beberapa masyarakat melakukan survei lokasi Danau Sungai Are, yang merupakan sumber mata air keruh. Alhamdulillah, sangat indah untuk dinikmati,” ujar Camat Paiker, Indera Supawi, Selasa (21/11).

Lokasi danau tersebut sangat cocok untuk dijadikan lokasi kunjungan wisata alam Kabupaten Empat Lawang meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh mencapai lokasi.

“Dari Desa Nanjungan, kalau naik kendaraan sekitar dua jam baru mencapai lokasi. Kedepan Kecamatan Paiker semakin terbuka dengan tembusnya jalan antar Kecamatan Paiker dan Pendopo,” ucapnya.

Dirinya berharap, kepada masyarakat Paiker untuk sama-sama menjaga dan melestarikan wisata alam yang ada.

“Kedepan, diharapkan masyarakat jangan lagi menebangi pohon di sekitar danau, hal ini di samping menjaga debit air juga untuk menjaga agar tidak terjadi longsor dan banjir,” tegasnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita