oleh

Sumsel Sudah 751 Orang Sembuh Covid19, Lubuklinggau 79

LINGGAUPOS.CO.ID – Kasus konfirmasi positif Covid19 per 20 Juni 2020 kembali bertambah 41 kasus, yang disampaikan oleh gugus tugas pencegahan dan penanggulangan coronavirus disease 2019 (Covid19) Sumsel. Dengan begitu, total pasien positif kini berjumlah 1.721 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Sumsel, Yusri, mengatakan tanpa protoko kesehatan dan disiplin penyakit itu tidak akan menurun dan berhenti dengan cepat, oleh karena itu dihimbau agar masyarakat tetap patuh dengan protokol kesehatan dan himbauan dari pemerintah.

Adapun 41 pasien terkonfirmasi positif tersebut berasal dari 3 Kota/kabupaten yakni Palembang 34 orang, Banyuasin 5 orang, Musi Banyuasin 2 orang.

“Sehingga total kasus kumulatif pasien positif COVID-19 di Sumsel kini berjumlah 1.721 orang,” katanya, Sabtu (20/6/2020).

Selain ada penambahan kasus konfirmasi positif terdapat juga kasus sembuh sebanyak 12  orang, Palembang 5 orang, Lubuklinggau 3 orang, Muara Enim, Ogan Ilir, PALI, dan Musi Banyuasin masing-masing 1 orang, sehingga total pasien sembuh berjumlah 751 orang.

Rincian yang sembuh OKI : 23 orang, Palembang : 361 orang, OKU : 39 orang, Pagaralam: 1 orang, Kota Prabumulih : 31 orang, Lubuklinggau : 79 orang, Banyuasin : 52 orang, Musi Banyuasin : 17 orang, Muara Enim : 17 orang, Ogan Ilir : 49 orang, Musi Rawas : 30 orang, Muratara : 22 orang, Lahat : 10 orang, PALI : 2 orang, OKUT : 7 orang, Empat Lawang : 1 orang, OKU Selatan : 1 orang, Luar wilayah : 9 orang.

“Untuk pasien yang meninggal dunia hari ini ada penambahan 1 orang, sehingga yang meninggal dunia berjumlah 67 orang,” katanya.

Lalu, kata Yusri, ada 1.887 orang dalam pemantauan (ODP), dan 437 pasien dalam pengawasan (PDP) di rumah sakit maupun isolasi mandiri di rumah.

Dijelaskan Yusri, pihaknya terus mengingatkan kepada masyarakat untuk diminta tetap waspada mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.

“Penting sekali menggunakan masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari keramaian sebagai cara utama untuk memutuskan mata rantai Covid19 ini,” katanya. (*)

Rekomendasi Berita