oleh

Sumbangan Boleh, Tapi Tidak Wajib

KABAR dugaan pungli yang dilakukan oknum Kepala SDN Purwodadi berinisial BR ternyata juga sudah diketahui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto.

Melalui Kabid Dikdas, Hartoyo, Sabtu (4/11) dijelaskan, Dinas Pendidikan sudah mengutus dua pegawainya untuk mengonfirmasi ke lapangan (SDN Purwodadi,red).

“Laporannya sudah sampai ke kami. Ya, nanti kita lihat dulu bagaimana masalahnya. Kami belum bisa memberikan kesimpulan. Namun analisa sementara, ini ada miskomunikasi antara kepala sekolah dengan komite,” terang Hartoyo, kemarin.

Jika benar yang disangkakan (pungli, red) , Hartoyo memastikan Disdik akan memberikan punishment.

“Akan kami panggil komite dan kepala sekolah ini. Mengenai pungutan itu, kalau memang ada dasarnya, misalkan didahului rapat komite dan tidak memaksa (sumbangan,red) diperbolehkan. Kalau sumbangan artinya tidak ada penentuan besaran. Ya semampu masyarakat bisa bantu. Karena selain pemerintah, pendidikan juga tanggung jawab masyarakat dan swasta,” jelasnya.

Hal itu, lanjut Hartoyo, tertuang dalam UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan swasta.

“Jadi memang masyarakat dan swasta perlu dilibatkan. Namun, besar kecilnya sumbangan tergantung ekonomi orang tua. Sementara kalau swasta biasanya dikucurkan melalui Corporate Social Responsibility (CSR),” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita