oleh

Sulit Atasi ODGJ Berkeliaran

LINGGAU POS ONLINE – Di Kota Lubuklinggau sangat mudah menjumpai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berkeliaran. Lantas bagaimana solusinya?

Kepala Dinsos Lubuklinggau, A. H A Ritonga mengatakan pengurusan evakuasi ODGJ merupakan permasalahan yang sifatnya lintas sektor.

Artinya, kata dia, beberapa instansi terkait bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan penanganan ODGJ. Menurutnya, dalam hal ini Dinsos memiliki peranan dalam penanganan namun tidak bisa langsung turun ke lapangan.

“Misal, ada RT melapor warganya ada yang ODGJ, maka lurahnya yang menyampaikan laporan itu ke Dinsos. Kami akan mengambil langkah untuk mendatangi lokasi tersebut dengan didampingi pihak kelurahan, dan Puskesmas untuk dilakukan diagnosa” jelas A Ritonga, Kamis (15/8).

Ia menjelaskan, jika tim puskesmas tidak mampu mendiagnosa maka akan dilarikan ke RS Siti Aisyah.

“Fungsi Dinsos dalam hal ini adalah melakukan pendampingan. Jika dari hasil pemeriksaan di RS Siti Aisyah yang bersangkutan memang terindikasi ODGJ maka pihak RSSA bisa untuk merujuk ke RS Ernaldi Bahar, Palembang.

“Nah untuk pengobatan ini juga ada beberapa mekanisme. Kalau ODGJ ini sudah memiliki BPJS maka Dinsos berdasarkan diagnosa RSSA tadi akan mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan pengobatan. Jadi surat rekomendasi akan keluar apabila ada surat positif orang tersebut adalah ODGJ. Seandainya belum memiliki BPJS, maka harus mengurus BPJS terlebih dahulu dengan mengikuti prosedur yang berlaku” lanjutnya.

Mengenai ODGJ yang saat ini berkeliaran di jalanan, diakui oleh Ritonga, memang belum banyak yang bisa dilakukan karena hal tersebut merupakan permasalahan nasional.

“Nggak hanya di sini (Lubuklinggau,red) saja. Biasanya setiap daerah inti saling oper ya. Apalagi di Linggau ini, untuk tempat penampungan atau shelter bagi mereka itu belum ada. Jadi untuk penertiban itu yang berwenang Pol PP, namun memang kita masih kesulitan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” sampai Kadinsos Lubuklinggau. (cw5)

 

Rekomendasi Berita