oleh

Sulap Limbah Jadi Berkah

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Tidak membiasakan siswa membuang atau membakar sampah-sampah yang ada di lingkungan sekolah. Melainkan dimanfaatkan untuk produk yang lebih berharga. Hal itulah yang dilakukan SMPN Megang Sakti, sebagai Sekolah Adiwiyata nasional.

“Ya sekalipun serba canggih, tapi masalah tentang sampah ternyata belum mendapatkan jalan keluar yang tepat. Sehingga masih banyak terjadi penumpukan sampah di sekitar kita,” jelas Kepala SMPN Megang Sakti, Mutia Farida, Selasa (27/2).

Penerapan sistem 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos.

Mutia menjelaskan, Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

“Dalam pengolahan sampah di SMPN Megang Sakti, kami juga memikirkan aspek ekonomisnya. Agar anak-anak terpicu untuk terus me-recycle alias mendaur ulang limbah plastik bekas untuk menyelamatkan eksistensi kebersihan bumi tercinta ini,” jelas Mutia.

Langkah awal yang dilakukan SMPN Megang Sakti dengan membentuk bank sampah. Sekolah ingin para siswa berkreasi dari bahan-bahan sampah yang yang dikumpulkan.

“Kalau untuk sampah organik, kami telah menjadwalkan pemanfaatannya pada pekan mendatang untuk diproses menjadi pupuk. Sedangkan bahan-bahan anorganik bakal dikreasikan oleh para siswa agar dapat dijadikan kerajinan. Dan ternyata, hanya diberi waktu tidak sampai satu bulan, ternyata para siswa mampu berinovasi dengan memanfaatkan limbah dan menghasilkan produk daur ulang yang menarik,” ungkapnya.

Ia berharap, suatu saat berbagai macam produk daur ulang tersebut sengaja dipamerkan supaya diketahui kalau limbah ternyata dapat dimanfaatkan.

“Sehingga bisa memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkreasi memanfaatkan barang bekas dan mendidik jiwa wirausaha. Karena siapa tahu, dari produk-produk daur ulang ini bernilai ekonomis dan mampu dipasarkan. Selain itu, tentu saja dengan adanya pemanfaatan sampah, bakal menjaga lingkungan lebih bersih. Disamping itu, kami juga pernah belajar dengan SMPN 1 Palembang untuk proses recycle ini,” kata Mutia lagi.

Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP yang telah terakreditasi A ini berupaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi peserta didik.(02)

Rekomendasi Berita