oleh

Sulap Lahan Tidur Jadi Objek Wisata

Bingin Rupit Desa Terbaik di Muratara

Desa Bingin Rupit, terletak di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Akhir 2018 lalu desa ini jadi Desa Terbaik atau Desa Prospektif Good Governance dalam pengelolaan keuangan desa.

Laporan Qori Musdalifah, Muratara

TERNYATA untuk menjadi yang terbaik tidak harus memiliki kantor atau pembangunan yang kokoh atau bagus.

Ini telah dibuktikan oleh Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara yang berhasil meraih predikat terbaik sebagai desa terbaik atau Desa Prospektif Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa se-Kabupaten Muratara tahun 2018. Penghargaan ini diberikan oleh Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Sumatera Selatan (Sumsel).

Sebagai peraih predikat desa terbaik, ternyata desa tersebut belum memiliki kantor desa sendiri. Sebuah warung yang disulap Kepala Desa (Kades) menjadi kantor desa yang apa adanya.

Ternyata, fokus Kades yang dilantik pada Oktober 2016 ini memang benar-benar untuk pembangunan desa dan menjamin kesejahteraan warganya.

Dalam dua tahun memimpin, Kades Bingin Rupit, Henki H Basif sudah menyelesaikan visi dan misinya. Salah satunya pembukaan lahan tidur seluas 70 Hektare (Ha) yang disulap menjadi lahan pertanian.

“Lahan tidur ini lebih kurang sudah didiami selama kurang lebih 20 tahun. Dan Alhamdulillah sudah kita ubah menjadi lahan pertanian,” ungkap Henki H Basif.

Dinobatkan sebagai desa terbaik, Henki mengatakan sangat bersyukur dan merasakan senang yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Sangat senang dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Predikat ini adalah kesuksesan bersama perangkat desa dan seluruh warga desa. Tanpa mereka, mungkin ini tidak akan tercapai,” ungkapnya.

“Untuk penggunaan dana desa tahun 2018, kami telah membangun gedung PAUD dan jalan-jalan penghubung untuk memudahkan warga desa untuk menuju lokasi pertanian, kebun karet, kebun sawit dan lainnya. Sedangkan untuk pengolahan sawah di lahan yang sebelumnya tidur ini kita menggunakan dana donatur dari pihak ketiga. Karena selain dana desa, kita manfaatkan pihak swasta dengan mengadakan forum desa. Karena yang punya lahan tidak ada dana, kita yang talang dana, dan hasilnya kita bagi 30 persen untuk pihak ketiga, 30 persen untuk yang punya lahan dan 40 persen untuk yang garap,” jelas Henki.

Selain itu, lanjut Henki, Desa Bingin Rupit juga memanfaatkan BUMdes untuk pengelolaan keramba ikan, yang mana saat ini sudah terkumpul lebih kurang 12 ribu bibit ikan patin.

“Kami berharap pengelolaan keramba ikan ini nantinya akan menjadikan desa kami ini menuju desa 1.000 keramba. Dan penghasilan sekarang ini labanya kita akan gunakan untuk membentuk kelompok tani,” tambahnya.

Mengenai rencana tahun 2019 ini, Henki mengatakan akan menjadikan desa yang berpenduduk lebih kurang 2.500 jiwa ini sebagai salah satu desa wisata.

“Iya, di persawahan yang awalnya lahan tidur ini akan kita jadikan objek wisata. Rencananya kita akan membangun jalan di tengah lokasi persawahan ini, kita juga akan buat taman, rumah-rumah piho dan jembatan sebagai daya tariknya. Dan insya Allah akan menjadikan desa kita ini sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Muratara,” harapnya.

Di akhir, Henki juga mengatakan bahwa dukungan orang tua dan secara pribadi belajar dan mencari bimbingan dari dinas-dinas terkait adalah kunci kesuksesannya selama ini.

“Dan doa orang tua adalah yang lebih penting. Karena prinsipnya saya kalau orang tua kecewa dengan kinerja saya, maka wargapun otomatis akan kecewa. Untuk itu saya akan terus berikan yang terbaik untuk warga desa saya tercinta ini. Dan kedepan semoga desa kami ini bisa lebih baik lagi dan bisa mempertahankan prestasinya,” harapnya. (*)

Rekomendasi Berita