oleh

Suksesi Pilkada Serentak 2018

Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri melantik 377 orang ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) se-Kota Lubuklinggau, Selasa (19/6) di ballroom SMart Hotel, Kelurahan Jawa Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

KPU Lubuklinggau Lantik 377 ketua KPPS

LINGGAU POS ONLINE, JAWA KANAN – Sebanyak 377 orang Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) se-Kota Lubuklinggau, dilantik Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri, Selasa (19/6).

Jumlah yang dilantik tersebut sesuai dengan jumlah TPS, yakni 376 TPS yang berada di pemukiman masyarakat. Kemudian, 1 TPS khusus yang didirikan khusus untuk warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lubuklinggau. 1 TPS terdiri dari 7 anggota KPPS, maka jumlah anggota KPPS yang akan bertugas sebagai penyelenggara Pemilu sebanyak 2,639 orang yang tersebar di 377 TPS.

Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri menjelaskan seluruh KPPS yang sudah dilantik dan akan bekerja di Pilkada serentak 2018, harus menjaga netralitasnya. Seperti, tidak menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon, baik Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), maupun Walikota-Wakil Walikota Lubuklinggau. Selanjutnya, tidak terdaftar sebagai anggota Partai Politik (Parpol), baik Parpol lama yakni peserta Pileg 1014 lalu, maupun Parpol baru yang bakal jadi peserta Pileg 2019 mendatang.

Adapun Parpol lama adalah, PDIP, Golkar, Demokrat, NasDem, PPP, PKS, PBB, Hanura, PAN, PKPI, Gerindra dan PKB. Sementara untuk Parpol baru seperti, Partai Berkarya, PSI, Perindo dan Garuda.

Selain tidak boleh terlibat Parpol, anggota KPPS tidak boleh punya ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu, baik di jajaran KPU maupun di jajaran Panwaslu.

“Jadi, kalau dalam beberapa hari kedepan ada laporan maupun temuan mengenai KPPS, akan langsung diganti sebelum pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dilakukan,” kata Efriadi Suhendri.

Maka, Efriadi Suhendri meminta kepada seluruh anggota KPPS untuk menjaga netralitasnya dalam perhelatan Pilkada, dengan tidak melakukan kesalahan sekecil apapun demi suksesnya Pilkada serentak 2018.

“Bekerjalah secara maksimal, jujur, teliti dan amanah,” jelasnya.

Bahkan, Efriadi Suhendri menerangkan suksesnya Pilkada berada di pundak anggota KPPS, karena mereka berhadapan langsung dengan pemilih dan merupakan ujung tombak Pemilu. Maka, ketika menemukan kekeliruan atau kesalahan, hendaknya segera diselesaikan di TPS, setelah itu baru hasil pleno dikirimkan ke tingkat kecamatan, melalui PPS. (01)

Rekomendasi Berita