oleh

Sukses Adakan Mega Maulid Nabi Muhammad SAW

(Kiri ke Kanan) Dr KH Suhaimi Hasan, Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, Habib Umar Muthohar dan Dr (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi hadir dalam Mega Maulid Nabi Muhammad ke-13 yang diselenggarakan Pesantren Modern Ar-Risalah, kemarin.

 

Pesantren Ar-Risalah

LANTUNAN Ayat Suci Alquran oleh Tia Kurniawati dan Puitisasi Nanda Fatriana membuka Mega Maulid Nabi Muhammad SAW ke-13, Senin (8/1). Lalu Master Ceremony (MC) Direktur Akademik Pesantren Modern Ar-Risalah, Ust Budi Satriadi, Lc mempersilakan Perintis sekaligus Pendiri Pesantren Modern Ar-Risalah, DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi untuk menyampaikan sambutan.

Dengan gaya khasnya, KH Syaiful Hadi mengungkapkan syukur dan terima kasih atas dukungan sponsor yang sudah mendukung penuh Ar-Risalah untuk secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini.

“Terima kasih juga atas kehadiran Habib Umar Muthohar, DR KH Suhaimi Hasan, Walikota Lubuklinggau Bapak H SN Prana Putra Sohe, Kabag Kesra Musi Rawas Bapak Yusron Amri, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Ketua STAI Bumi Silampari Ngimadudin, para Pimpinan Pesantren se-Kota Lubuklinggau, orang tua/wali santri Ar-Risalah juga masyarakat Kota Lubuklinggau, Kabupaten Muratara, Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya,” jelas KH Syaiful Hadi, kemarin.

Setelah itu, Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah, H Moh Atiq Fahmi menampilkan shalawat bersama Hadrah Ahbabul Mustofa.

Pada kesempatan itu juga, H SN Prana Putra Sohe mengungkapkan apresiasinya atas keistiqomahan Ar-Risalah yang terus menyelenggarakan acara yang penuh manfaat ini.

Sehingga, momen ini juga menjadi inspirasi bagi Walikota untuk melanjutkan program-program kerja yang belum tuntas. Salah satunya, menghidupkan dan menyejahterakan umat muslim melalui masjid.

“Saya berpikir suatu saat masjid-masjid di Kota Lubuklinggau ini akan jadi bank-bank non riba di wilayahnya. Karena saat ini, organisasi yang mengelola masjid ini sudah jelas. Bahkan siaga 24 jam. Tak kenal libur sama sekali. Jika masjid diberdayakan, maka umat tidak akan kesulitan,” jelasnya.

Ia optimis akan itu, terlebih kinerja Dewan Masjid Indonesia Kota Lubuklinggau masuk 5 besar di Indonesia.

Selain itu, Walikota juga mengapresiasi program-program unggulan yang dilakukan 11 pesantren di Kota Lubuklinggau. Hal inilah yang membuat Walikota senantiasa optimis untuk membantu pesantren. Ar-Risalah misalnya, dibantu pembangunan aula senilai Rp 1 miliar.

Walikota menyebut, Lubuklinggau bisa seperti ini berkat doa dan dukungan masyarakat, khususnya dari pesantren. Disamping itu, kekompakannya bersama Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, juga diyakini Walikota menjadi penyemangat masyarakat untuk mendorongnya agar tetap optimal dalam membangun Lubuklinggau.

“Bagaimanapun, dimanapun, organisasi seperti apapun kalau kompak pasti maju. Ar-Risalah contohnya. Ust Syaiful Hadi, Ust Fahmi dan Ust Budi serta seluruh pengelola kompak. Hasilnya bisa kita lihat sendiri,” jelasnya.

Inti dari Mega Maulid Nabi Muhammad SAW kemarin, disampaikan oleh Habib Umar Muthohar yang mengajak seluruh umat muslim, khususnya di Kota Lubuklinggau agar senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW. Baik dalam berkata, bertindak maupun bersikap. Salah satunya menjaga perasaan saudara kita, untuk mengeratkan ikatan ukhuwah.

“Untuk memiliki akhlak yang Rasulullah contohkan, maka jangan lupa menimba ilmu. Menimbanya di lembaga yang mengajarkan ilmu yang benar. Termasuk memilihkan anak sekolah, pilihkan sekolah yang mengajarkan tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW mentaati perintah Allah SWT.

Kenapa kita harus mencintai dan meneladani Rasulullah SAW. Fasilitasi anak dalam biaya pendidikannya. Biarkan anak belajar teknologi, dan menguatkan pemahamannya agar berilmu untuk bekal kehidupan,” jelasnya.

DR KH Ahmad Suhaimi Hasan menambahkan, agar para pemuda Kota Lubuklinggau khususnya, membekali diri dengan ilmu dan akhlak. Jika pemuda berakhlak lagi berilmu, insya Allah bisa menyelamatkan bangsa di masa depan.

“Salah satu caranya, jauhi narkoba. Tolong benar-benar. Orang tua juga harus memahami ini,” pintanya.

Usai mendapat ilmu yang bermanfaat dari dua pendakwah ini, tamu undangan diajak santap siang hasil penyembelihan 11 kambing akikah Dela Ayu Istiqomah binti Gentur Anom, Arshad Fikrar Abqary bin Suharto, Irvan Rosyadi bin Didy Rosyadi, Andes Marlina binti Syafaat, Zakiyah Husnj Fadila bin Harun Rasyid, Fathir Rizky Nabil bin Anton, Nayla Tria Irawan binti Benny Irawan, Sheinna Myesha Afandi binti Ubaidillah Efendi, Balqis Khanza Al Fiyyah binti Bambang Hadi Santoso dan Astuti binti Wahman. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita