oleh

Suhu di Madinah 42 Derajat

MADINAH – Suhu di Madinah mencapai 42 derajat celcius. Meski begitu, seluruh Jemaah Calon Haji (JCH) dari Kota Lubuklinggau sama sekali tak terganggu. Mereka tetap menunaikan Salat Arbain di Masjid Nabawi 40 kali tanpa putus.

Kabar ini disampaikan Kontributor Haji untuk Linggau Pos, Ari Narsa, Minggu (14/7).

Salat Arbain ini ditunaikan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ‘Barang siapa salat di masjidku empat puluh salat tanpa ketinggalan sekalipun, dicatatkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari siksaan dan ia bebas dari kemunafikan’

Setelah Salat Arbain, guna mengisi waktu luang, para JCH asal Kota Lubuklinggau juga mengisi waktu melaksanakan wisata religi ke beberapa tempat, yakni ke Masjid Kiblatin yakni masjid dengan dua arah kiblat yaitu kiblat ke Mekkah dan Masjidil Aqsa.

“Kami juga menyempatkan diri melihat Bukit Magnet,” ungkapnya.

Sedangkan JCH asal Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus fokus menyelesaikan Arbain pada hari ke-7 di Kota Madinah. Setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan bayan tarhil.

Kontributor Haji Linggau Pos, M Rais mengatakan bahwa Daker Madinah sebagai syarat pengecekan paspor di Muassasah Adilla Madinah.

“Alhamdulillah paspor sudah dicek dan lengkap untuk persiapan pendorongan ke Mekah pada 17 Juli mendatang, pukul 09.00 WAS,” kata Rais kepada koran, Minggu (14/7).

Menurutnya, Bayan Tarhil untuk jamaah haji kloter II Kabupaten Mura dan Kota Palembang dimulai Salat Magrib 8 Juli 2019 dan berakhir pada Salat Magrib 16 Juli 2019.

“Berdasarkan data tersebut maka JCH asal Kabupaten Mura mendapatkan bonus 3 waktu, yaitu Salat Isya 16 dan Salat Subuh 17 Juli 2019,” paparnya.

Sebab, dikatakannya jika ada dokumen yang tidak siap, jamaah tersebut tidak bisa diberangkatkan. Maka pihaknya melakukan persiapan pengecekan dokumen agar prosesnya lancar.

“Tinggal menghitung hari saja kita di Madinah, dan akan berangkat ke Mekkah. Alhamdulillah saat ini para jemaah sehat semua,” jelasnya. (ffr/dlt)

Rekomendasi Berita