oleh

Sudah Meninggal Masih Ditagih Pajak

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Hingga 30 September lalu, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBBP2), sebesar 40,8 % wajib pajak di Kabupaten Lahat, belum membayar pajak. Persentase itu muncul cukup tinggi bukan tanpa sebab, diantaranya ada wajib pajak yang tersebut di 22 kecamatan dengan status sudah meninggal dunia, masih saja muncul namanya untuk dibebankan pajak.

“Petugas kesulitan menagih, masa sudah meninggal atau wajib pajaknya pindah domisili masih ada namanya,” tegas Bupati Lahat, H Aswari Riva’i SE, disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lahat, H Haryanto.

Berbagai persoalan itu membuat angka wajib pajak yang tidak tertagih, cukup tinggi. Sehingga target Rp 3.805.083.015, realisasi tercapai sebesar Rp 2.251.993.934 atau 59,2 %.

Petugas juga menemukan objek pajak tidak diketahui keberadaannya, termasuk wajib pajak tidak jelas keberadaannya. Banyak data yang diberikan kecamatan tidak valid.

“Banyak selalu kendala di lapangan. Dalam waktu dekat kami akan mengirim surat ke kecamatan, agar tetap menagih. Sebab masih kami berikan waktu hingga akhir Desember,” kata H Haryanto, yang juga menjabat Sekda Lahat itu. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita