oleh

“Sudah Dua Kali Lebaran Kami Seperti Ini”

LINGGAUPOS.CO.ID – Samsul Bahri perwakilan Bus Family Raya Ceria di Lubuklinggau, mengatakan sudah dua tahun ini penumpang sepi akibat Pandemi Covid-19. Apalagi pemerintah melarang mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

“Biasanya kalau mau mendekati lebaran, penumpang sudah mulai ramai. Apalagi H-10 tambah ramai. Sekarang sepi,” jelas Samsul Bahri, Jumat (23/4/2021).

2020 lalu dijelaskannya penumpang langsung turun drastis. Kemudian saat lebaran ada larangan mudik, sehingga sama sekali tidak ada penumpang.

Ketika kondisi Covid-19 sudah mulai terkendali, penumpang pun diakuinya belum terlalu banyak. “Kadang hanya dua dua penumpang, kadang sama sekali tidak ada,” ia mengatakan.

Ramadan ini penumpang hanya dua hingga lima per hari ke Pulau Jawa. Padahal sebelum pandemi bisa sampai 20 penumpang per hari.

“Awalnya kami berharap ada peningkatan penumpang saat mudik. Ternyata ada larangan. Makanya terakhir kami berangkatkan penumpang 2 Mei 2021,” jelasnya.

Samsul menambahkan sudah dua tahun pihaknya mengalami kondisi ini. “Sudah dua kali lebaran kami seperti ini. Sepi,” katanya.

Bus Family Raya Ceria sendiri melayani penumpang dari Lubuklinggau ke Jakarta (Rp400 ribu) hingga Solo (Rp500 ribu) serta ke Padang (Rp200 ribu) .

Senada dikatakan Ari, perwakilan Bus Putra Rafflesia di Lubuklinggau. Hingga minggu kedua ramadan penumpang belum ada penambahan.

“Sebenarnya meningkat dari sebum ramadan. Tapi masih sedikit, selama jaman corona ini, hari biasa hanya dua hingga dua penumpang. Ramadan sampai lima penumpang per hari,” ia menjelaskan.

Ditambahkannya perusahaan bus mau tidak mau harus mematuhi larangan pemerintah untuk berhenti operasi selama arus mudik balik. “Lebih baik tidak jalan daripada disuruh putar balik,” ia menegaskan.

Bus Putra Rafflesia melayani penumpang dari Lubuklinggau ke Jakarta (Rp400 ribu), Bandung (Rp450 ribu) , Jogjakarta dan Solo (Rp500 ribu) . Juga ke Padang dan Pekanbaru (Rp250 ribu).(*)

Rekomendasi Berita