oleh

Sudah 3 Bulan, Konsumen Perumahan Syariah BNS Belum Dapat Kepastian

LINGGAUPOS.CO.ID – Konsumen perumahan syariah PT Buraq Nur Syariah (BNS), sudah tiga bulan menunggu terkait dugaan penipuan terhadap mereka. Namun belum ada titik terang terkati persoalan ini.

“Kami 430 konsumen yang menjadi jorban penipuan perumahan BNS, belum mendapatkan kepastian dan solusi. Baikm dari Pemkot Lubuklinggau maupun kepastian hukum dari Polres Lubuklinggau,” jelas Iskandar Dewantara, Ketua Forum Komunikasi Konsumen PT Buraq Nur Syariah (FKKBNS), Selasa (30/3/2021).

Dijelaskan Iskandar, proses berjalannya pengaduan konsumen korban PT BNS telah dimulai, dengan melapornya 270 konsumen ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Lubuklinggau. “Dalam Sembilan kali sidang, abitrase Dan tlah diputuskan memenagkan konsumen korban BNS,” katanya.

Kemudian, pihaknya juga sudah tiga kali audensi dengan DPRD Lubuklinggau. Bahkan DPRD sudah melaksanakan sidang di lokasi. “Kemudian laporan kami di Polres Lubuklinggau, juga 10 orang lebih yang diperiksa,” tambahnya.

Belum lagi, audensi dengan Sekda Lubuklinggau, yang diminta menjadi penengah masalah ini. “Juga sudah tidak terhitung lagi berita yang membahas masalah ini, namun sampai saat ini belum ada hasilnya,” ia mengatakan.

Begitu juga dengan mengirimkan surat ke BPN Lubuklinggau, juga ke Bank BTN. “Karena ada keterkaitan antara PT BNS dengan dua perusahaan lainnya, terhadap aset Lelang perumahan Linggau Valley yang dikelola PT BNS,” jelasnya.

Karena itulah, Iskandar Dewantara antas nama rekan-rekannya sebagai korban, meminta dan memohon kepada Pemkot lubuklinggau agar dapat memberi solusi terbaik menyikapi maslah penipuan ini.

“Serta dapat memberikan angin segar, berupa alokasi khusus membantu membangun rumah yang diharapkan korban penipuan PT BNS,” terangnya.

Kemudian, DPRD diminta membantu menyuarakan aspirasi korban penipuan BNS dan membentuk pansus khusus pengawas penyelesaian kasus penipuan dengan 430 konsumen. “Serta kami minta Polres Lubuklinggau segera memeriksa atau menyatakan pelaku penipuan sebagai buronan,” harapnya.(*)

Rekomendasi Berita