oleh

Sudah 2.567 Orang Membuat Paspor

Pelayanan UKK Imigrasi

Unit Kantor Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim yang terletak di Kompleks Agropolitan Center, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pengurusan dan pembuatan paspor.

Laporan Daulat, Muara Beliti

Berdirinya kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim ini, atas permintaan Bupati Mura H Hendra Gunawan untuk dibangun di Kabupaten Mura, dalam melayani masyarakat untuk membuat paspor. Kemudian, resmi dibuka oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Dr Rony F Sompie SH, Senin (29/1) lalu.

Untuk di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) Kantor Imigrasi hanya ada di dua tempat, yakni Kantor Imigrasi Kelas I di Kota Palembang dan Kantor Imigrasi Kelas II di Muara Enim.

Diungkapkan Kepala Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim di Kabupaten Mura, Radian Hilman, SH, MM saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, UKK yang diresmikan ini akan mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan paspor.

Dengan jangkauan masyarakat yang ada di kabupaten/kota di tiga provinsi, seperti Provinsi Sumsel mencakup Kabupaten Musi Banyuasin, Empat Lawang, Muratara dan Mura serta Kota Pagar Alam dan Lubuklinggau.

Sementara untuk Provinsi Jambi mencakup dua kabupaten, yakni Kabupaten Sarolangun Jambi dan Kabupaten Bangko dan untuk Provinsi Bengkulu ada tiga kabupaten yakni, Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang.

“UKK Kantor Imigrasi ini bukan hanya untuk melayani fungsi pelayanan, tapi juga untuk pengawasan izin tinggal dan sebagainya,” kata Radian Hilman kepada Linggau Pos, Senin (3/9).

Radian Hilman menjelaskan, kantor Imigrasi sekarang ini mempekerjakan pegawai sebanyak 10 orang. Seluruh pegawai itu, dari Kabupaten Mura yang dikontrak selama satu tahun.

“UKK Kantor Imigrasi setiap harinya melayani masyarakat membuat paspor dalam satu hari mencapai 15 hingga 20 orang. Itu masyarakat yang membuat tidak hanya dari Mura saja, tetapi ada juga dari Sarolangon, Empat Lawang, Curup dan Singkut,” ucapnya pria tinggi ini.

Ditambahnya, dari Januari hingga Agustus 2018 masyarakat yang membuat paspor mencapai 2.567 orang, baik yang mau umrah, haji, dan jalan-jalan. Tetapi yang banyak itu umrah, mengenai syarat membuat paspor untuk yang ingin jalan, yakni KTP, KK, Akta atau Ijazah.

“Mengenai yang ingin umrah dan haji, syaratnya sama dengan paspor jalan-jalan. Bedahnya, harus ada surat rekomendasi dari travel yang ia ambil,” jelasnya.

Radian Hilman berharap dengan adanya UKK Kantor Imigrasi ini akan dapat dijadikan cikal-bakal berdirinya kantor imigrasi yang permanen, melihat antusias banyaknya masyarakat membuat paspor.

“Mudah-mudahan bisa cepat menjadi kantor Imigrasi permanen, karena kantor Imigrasi saat ini masih numpang di gedung milik Pemda Mura,” harap pria satu anak ini. (*)

Rekomendasi Berita