oleh

Sudah 195 UKM di Musi Rawas Terima BLT

LINGGAUPOS.CO.ID – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Musi Rawas menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat, berupa Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pelaku Usaha Kecil, Menegah dan Mikro (UMKM) lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Musi Rawas, Yamin Pabli mengatakan, “Kami sudah menindak lanjuti surat dari Kementrian Koperasi dan UKM tentang BLT UMKN yang terdampak Covid-19, dengan jumlah total bantuan Rp2,4 juta per UMKM.

Lanjut ia, di Indonesia ada 12 juta UMKN, untuk di Kabupaten Musi Rawas sudah diajukan 1.300 UMKM. Bahkan sudah ada yang menerima, di tahap pertama yakni 195 orang/UMKM. “Teknisnya, kami hanya mengajukan ke Kementrian, kemudian pencairan melalui BRI. Datanya akan terus kami update sampai akhir September,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, tidak semua UMKM bisa menerima dana ini. Karena yang bisa menerima, adalah pelaku usha mikro yang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki, dikutip dari kompas.com, menyatakan bagi pelaku UMKM yang belum mendapatkan Banpres Produktif ini, masih bisa mengajukan atau mendaftarkan dirinya ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) Kabupaten/Kota.

Dia bilang bagi pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan bantuan ini, terlebih dahulu harus dipastikan bahwa sedang tidak menerima bantuan pinjaman dari pihak perbankan sama sekali alias unbankable.

“Ini dikhususkan untuk pengusaha mikro yang belum sama sekali menerima bantuan dari pihak perbankan atau unbankable. Apabila memang sedang tidak menerima bantuan maka bisa mendaftarkan diri atau mengajukan dirinya ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) Kabupaten/Kota,” ujarnya, Senin (31/8/2020).

Setelah pelaku usaha mikro mengajukan dirinya sebut Tetetn, maka pihak Kadiskop akan mengidentifikasi data-data calon penerima tersebut untuk ditentukan layak atau tidak layaknya menerima bantuan.

“Data tersebut akan dilakukan verifikasi dan validasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Sementara mengenai teknisinya Teteb menyatakan, bila para pelaku usaha mikro layak mendapatkan bantuan tersebut, maka dana sebesar Rp 2,4 juta akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

“Jadi nanti dana itu akan dikirim langsung by name by addres ke si penerima dan ini akan dipakai untuk modal kerja mereka,” ungkapnya. (*)

Rekomendasi Berita