oleh

Suamiku Tidak Melakukan Kewajibannya

KERETAKAN rumah tangga masih sering terjadi, terbukti kali ini menimpa wanita asal daerah Kabupaten Lahat, kita sebut saja Putri (35) yang mendatangi kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Lubuklinggau, Selasa (20/11).

Iya mas rumah tanggaku saat ini diguncang masalah karena suamiku sebut saja, Putra (40) jarang memberikan nafkah kepadaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Suamiku seorang sopir truk antar daerah, kadang membawa truk dari Kabupaten Musi Rawas menuju Kota Palembang, ia sangat jarang pulang biasanya seminggu sekali baru pulang ke rumah.

Sebenarnya mas, bukan yang menjadi pemikiran aku karena dia jarang pulang tapi dia tidak pernah memberikan nafkah atau uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Beruntung saat ini kami belum mempunyai momongan, jadi setiap harinya aku mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara berjualan sayur di Pasar Tradisional B Srikaton.

Saat awal menikah menjalin hubungan rumah tangga, suamiku sudah bekerja dengan menjadi sopir truk dan jarang pulang. Namun setiap pulang pasti membawa uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tapi pekerjaannya sebagai sopir tidak menjadi permasalahan bagiku yang penting ia pulang ke rumah, walaupun seminggu sekali dan membawa uang untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun keadaan itu berubah berjalan setengah tahun ini, ia memang pulang seperti biasa seminggu sekali, namun ia tidak pernah membawa uang dengan alasannya tidak mendapatkan uang dari bosnya di tempat bekerja.

Selama kurang lebih setengah tahun keadaan ini aku alami, hingga akhirnya saat ini aku sudah tidak tahan lagi, terpaksa aku datang ke Pengadilan Agama untuk menggugat suamiku lantaran dengan tidak ada kejelasan.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita