oleh

Suamiku Temperamental

Kasus perceraian dalam rumah tangga kembali terjadi. Kali ini dialami wanita berasal dari kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas. Sebut saja, Melati (35) yang harus bercerai dengan suaminya sebut saja, Kumbang (37). Berikut kisahnya dituturkan dengan gaya aku.

Saat ini aku sedang menjalani proses perceraian aku dengan suamiku di kantor Pengadilan Agama (PA) kota Lubuklinggau lantaran memang sudah sejak lama ingin berpisah darinya.

Aku la dak tahan lagi mas dengan sikap dia, dia dak pernah berkata sopan selalu berkata kasar dan keras kepadaku. Aku tahu saat menikah dengan dia, sudah mengetahui karakteristik memang orangnya keras.

Tetapi aku berpendapat mungkin suatu saat sikapnya akan berubah tetapi sejak menikah tiga tahun lalu sikap dia dak pernah berubah malahan tambah parah.

Jujur mas kalau sikap ataupun tingkah lakunya aku masih bisa menerima, tetapi yang tidak bisa aku terima yakni perkataannya sangat kasar tidak jarang membuat hatiku terasa sakit, dengan ucapannya wanita tidak benar, pelacur bahkan pernah ngomong nyesal nikah dengan aku.

Itulah yang sulit aku terima mas, hampir tiga tahun aku harus sabar menahan dan menerima sikapnya yang begitu kasar padahal aku istrinya bukan orang lain.

Seandainya bagaimana kalau ada permasalahan dengan kedua orang tuaku ataupun orang lain pasti lebih bersikap kasar bisa-bisa membunuh.

Bayangkan mas setiap hari aku jalan hidup seperti ini, kadang-kadang ada masalah sepele namun sikapnya yang kasar seolah-seolah besar seperti mau makan orang. Jujur kadang aku sakit dan takut dengan sikapnya seperti itu tapi bagaimana lagi walau bagaimana pun dia suamiku.

Lama-kelamaan yang namanya manusia mempunyai batas kesabaran, akhirnya aku memutuskan untuk berpisah darinya dibandingkan nantinya ada hal-hal yang negatif lebih baik berpisah, setidaknya aku tidak mendapatkan perlakukan kasar lagi darinya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita