oleh

Suamiku Tak Berikan Nafkah

Namaku sebuy saja RB (28). Aku tinggal di Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Menikah sudah tiga tahun lalu, bersama suami tercintaku.

Kami baru mempunyai satu anak yang berusia tujuh tahun. Saat ini kami masih hidup serumah dengan mertua, karena suamiku tidak ingin pindah dari rumah orang tuanya.

Hidup satu atap, baik di rumah orang tua maupun mertua bukanlah hal yang mudah bagi kehidupan pasangan suami istri. Para menantu, terlepas dari pria maupun wanita, harus menyesuaikan diri dengan suasana di tempat tersebut.

Sebab, sebagai menantu aku sudah tidak tahan lagi hidup serumah dengan mertua saya, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Sebenarnya tidak ada permasalahan antara kami. Namun, kalau hidup satu atap terus baik di rumah saya maupun di rumah mertua rasanya kurang enak. Saudara suami saya masih banyak yang tinggal di sana.

Saya takut para adik iparnya singkuh dengan keberadaannya, dan juga ia khawatir akan ribut mulut dengan mertuanya, karena hampir setiap hari semua pekerjaan yang saya lakukan semua salah di mata mertua saya.

Bahkan sampai saat ini suami saya belum pernah sekalipun membeli beras dan belanja untuk di dapur, dan uang gajinya pun belum pernah dikeluarkan suami saya. Inilah yang membuat saya ingin berpisah dan hidup mandiri, karena belum pernah melihat gaji suami.

Maka dari itu, saya berharap agar Allah membukakan mata hati suami saya, supaya mau pindah rumah ke kontrakan. Sebab bila di rumah kontrakan suami bisa tahu harga beras, bisa juga beli barang-barang lainnya, seperti perabotan rumah tangga lainnya. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita