oleh

Suamiku Menikah Sirih

Ini kisah sedihku namaku berinisial, SP (32). Aku warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Dengan sangat terpaksa aku harus bercerai dengan suami yang ku sayangi. Kami sudah mempunyai satu orang putri yang berumur tujuh tahun.

Ia tega mengkhianati cinta kami yang telah dibina selama ini. Aku dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan batinnya. Padahal sudah cukup caraku melayani dirinya selayaknya suami, imam yang harus aku hormati.

Namun, dirinya tetap merasa apa yang sudah aku lakukan saat ini masih kurang, dikarenakan aku jarang ada di rumah, karena memang aku pekerja jauh dari daerah tinggal ku.

Bahkan, saat aku sedang bekerja, sudah beberapa kali dapat informasi, kalau suamiku sering jalan dengan wanita lain. Namun, hal itu ku anggap sebagai angin lalu.

Sebab, aku tetap yakin kalau sang suami merupakan orang yang setia dan cukup rajin beribadah, jadi tidak mungkin melakukan perbuatan yang dilarang agama.

Namun, beberapa minggu lalu aku melihat tingkahnya yang cukup mencurigakan, tingkah laku suamiku mulai berubah. Sebagai istri yang baik, aku mencoba untuk menanyakan apakah gerangan yang membuat sang suami berubah.

Di sini awal mula permasalahan ini terungkap, kalau suamiku sudah nikah sirih dengan wanita lain, dan ia berkata siap cerai dengan aku, karena aku dianggapnya tidak perhatian dengannya.

Mendengar perkataan itu, dengan berat hati aku menuruti permintaan dari sang suami untuk melakukan perceraian. Sebab, bila aku tidak mau bercerai, ia mau kami tinggal serumah, dan perbuatan tersebut tidak mungkin bisa ku terima.

Ini kisah nyata yang aku alami, dan kisah ini harus jadi referensi untuk seluruh pembaca setia di mana pun berada, agar perbuatan yang sama tidak kalian alami. (19)

Komentar

Rekomendasi Berita