oleh

Suamiku Dituduh Mencuri Sawit

Ini ceritaku, sebut saja namaku Putri (50). Aku berasal dari Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Setiap seminggu sekali aku harus bolak-balik ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau untuk melihat keadaan suamiku dan kedua anakku.

Sudah berapa bulan ini aku sibuk sendirian mengurus suami dan kedua anakku, untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Suami dan kedua anak ku dituduh melakukan pencurian sawit milik salah satu perusahaan di desaku, padahal ia hanya membeli bukan mencuri.

Aku sangat sedih kalau suami dan kedua anakku dipenjara, sebab mereka tidak bersalah hanya membeli saja. Tapi Polisi melakukan penggerebekan dan suami dan anakku berada dalam mobil angkutan sawit.

Aku tidak sanggup menghadapi cobaan ini, karena tulang punggung tidak dapat memberi nafkah.

Aku harus melakukan pekerjaan sendirian, anak kami masih ada yang kecil berumur 10 tahun yang harus dinafkahi. Apalagi sekarang ia masih butuh perhatian dari keluarga dan kedua orang tuanya.

Aku berharap agar suamiku cepat keluar dan dapat kumpul bersama diriku lagi dan melupakan kejadian ini. Semoga dengan kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi keluarga kami, dan lebih mementingkan hal-hal yang baik agar terjauh dari permasalahan.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita