oleh

Suami Bunuh Istri, Keluarga RS Dikenal Tertutup

-Kriminal, Utama-640 dibaca

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Selasa (5/12) pukul 13.00 WIB, ketika Linggau Pos kembali datang ke kediaman RS sepi. Rumah yang terletak di Jalan Kebun Karet II, RT 01, Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) itulah saksi bisu pembunuhan yang dilakukan RS terhadap istrinya Z.

Pintu depan dan jendela rumah permanen itu terkunci rapat, begitu juga dengan warga sekitar lokasi.

Ran (37) tetangga RS yang rumahnya berhadapan mengatakan RS dan Z hampir enam tahun tinggal rumah tersebut.

“Dia tinggal bersama dua anaknya. Yang sulung Dani (11) kelas V di SD Muara Beliti dan Krisna masih lima tahun,” kata Ran.

Ran menyebut, anggota keluarga ini bisa dikatakan tertutup dan jarang keluar rumah untuk bergaul dengan warga setempat. Baik RS, Z maupun Dani dan Krisna.

Kegiatan sehari-hari bekerja sebagai buruh pemotong karet milik orang tuanya di Sungai Miang, Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti.

“Keluarganya jarang bergaul, kalau subuh sekitar pukul 05.00 WIB berangkat nyadap karet di Sungai Miang jaraknya sekitar 15 menit. Sekitar pukul 12.00 WIB pulang ke rumah, setelah pulang ke rumah tidak pernah keluar, palingan kalau keluar Z belanja ke warung saya,” jelas Ran.

Sementara Sur (31) istri Ran menambahkan, sebenarnya RS dan Z memang sering ribut.

“ Korban kadang kala pergi dari rumah saya karena ribut. Tetapi kami tidak mengetahui secara jelas mengapa ribut. Korban pergi mungkin takut dikerasi suaminya. Terakhir pada Sabtu malam (2/12) ribut korban minggat dari rumah, tapi besok paginya korban balik ke rumah sendirian tanpa dijemput tersangka,” kata Sur.

Sementara Didik (33) tetangga di belakang rumah RS juga membenarkan, sepengetahuannya RS dan Z sering ribut.

“Memang RS ini pencemburuan atau bahasa kami kemurauan,” jelas Didik.

* Korban Pernah Curhat RS ‘Ringan Tangan’

Awak media juga sempat datang langsung ke Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti tempat peristirahatan terakhir Z. Terungkap fakta baru usai pemakaman jenazah Z.

Keluarga korban, Darmadi mengatakan riak (keributan,red) kecil dalam rumah tangga RS dan Z awalnya dinilai oleh keluarga sebagai hal yang wajar.

“Istri saya dengan Z ini sepupu. Jadi Z pernah Curhat tentang RS bahwa kalau ribut suka memukul. Namun kami menilai itu masih wajar. Dan kami sangat menyesalkan kejadiannya sampai separah ini,” terang Darmadi.

Saat ini, keluarga Z berusaha untuk memberikan pendampingan dan menghidupi Dani dan Krisna, anak Z dari hasil pernikahannya dengan RS.(16/Hen)

 

Komentar

Rekomendasi Berita