oleh

Suami Bunuh Istri Butuh Pemeriksaan Kejiwaan

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Bagaimana kondisi Dani dan Krisna? Ketika awak media menyambangi kediaman keluarga besar korban Z, Dani (11) anak sulung RS dan Z menunjukkan ekspresi datar.

Ia diam seribu bahasa. Namun kebalikannya, Krisna (5) justru terus meracau. Beberapa kali, bibirnya mengatakan bahwa sang ibu dibunuh ayahnya. Cara Krisna mengungkapkan kejadian itu, nyaris seperti tak sadar. Namun bocah lima tahun itu menunjukkan ekspresi syok yang ada dalam jiwanya.

Psikolog Irwan Tony menyarankan, baik Dani maupun Krisna mengikuti treatment trauma anak.

“Kita belum tahu apakah Krisna dan Dani melihat secara langsung saat sang ayah membabi-buta membunuh ibu mereka atau tidak. Yang jelas, mereka tahu sang ibu meninggal dengan cara tak wajar. Ini jelas menimbulkan trauma,” tegas psikolog yang bertugas di RSUD DR Sobirin itu.

Menurutnya, butuh pendekatan kembali mengubah mindset anak tentang sosok ayahnya.

“Dan ini memang butuh waktu yang panjang. Dan jelas akan lebih susah kalau anak berada di lingkungan yang terus menjelekkan ayahnya,” kata Irwan.

Sementara untuk tersangka RS, yang juga ayah dari Dani dan Krisna, menurut Irwan perlu pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut.

“Ya, kenapa pelaku atau motifnya melakukan pembunuhan dan membuat statement tidak menyesali. Ini penting digali lagi. Sekalipun alasannya cemburu tapi ending-nya dengan melakukan pembunuhan secara keji dan di depan anak anaknya, apakah psikopat, paranoid, atau ada masalah psikologis yang lain ini butuh pemeriksaan ke psikiater,” sarannya.(05)

 

Komentar

Rekomendasi Berita