oleh

Stop! Kampanye Saling Sindir

JAKARTA – Dua kubu calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto terus melakukan saling sindir dan saling serang dalam masa kampanye yang telah berlangsung sejak 23 September. Makin kebelakang sindiran dan serangan dari kedua kubu makin keras.

Namun, kini keduanya sepakat untuk menyudahi kampanye saling sindir tersebut. Sebab keduanya mengakui tak ada nilai positif yang dihasilkan. Justru masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat terabaikan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo dan Sandi, Eddy Soeparno menyebutkan materi kampanye yang saling serang dan saling sindir itu jauh dari harapan masyarakat Indonesia. Dia mengkhawatirkan masyarakat yang merupakan pemilih menjadi empati dan akhirnya tidak memilih.

“Jika tidak segera diubah dan tidak menyentuh persoalan yang rakyat hadapi dikhawatirkan akan menimbulkan rasa apatis yang besar,” kata Sekjen Partai Amanat Nasional, Eddy Soeparno kepada wartawan di DPR, Jakarta, Rabu (14/11).

Dia melanjutkan, apabila sikap apatis ini tumbuh menjadi besar terhadap pemilihan umum tentunya akan semakin menggerus keinginan mereka sebagai pemilih. Dia menambahkan dampak paling menakutkannya akan menurunkan perolehan suara pada partai dalam pemilu.

Kubu Prabowo ditambahkan Eddy akan mengupas persoalan ekonomi setelah Jokowi memaparkan program-program kerjanya.

“Dari kubu Prabowo akan mendorong diskusi akademik yang berlandaskan data dan fakta, yang membahas persoalan-persoalan ekonomi yang terjadi,” kata Eddy Soeparno.

Sementara dari kubu Jokowi, Ace Hasan menyebutkan adanya penudaan program dalam kampanye disebabkan pihaknya perlu mengklarifikasi pernyataan-pernyataan dari kubu sebelah.  Politisi dari golkar ini mengatakan pihaknya akan terus mempromosikan hasil kerja dan keberhasilan Jokowi selama menjadi petahana.

“Keberhasilan Jokowi bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, belum ditambah dengan menurunnya angka kemiskinan. Pihak kami setuju dalam masa kampanye ini mengedepankan program guna  menjawab persoalan rakyat,” kata Ace.

Kedua kubu dinilai telah keluar jalur, setelah Jokowi dan Prabowo sama-sama mengeluarkan kata-kata sindiran seperti Sontoloyo, Gonderuwo dan tampang Boyolali. (rts/fin)

News Feed