oleh

Stok Benih Siap Sebar Terbatas

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Petani Kabupaten Musi Rawas (Mura) semakin meningkat dalam menggunakan benih yang bermutu dan berlabel sesuai yang diharapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Perbenihan Kabupaten Musi Rawas.

Kepala KUPT Perbenihan Kabupaten Musi Rawas, Gito Surono menyampaikan kesadaran petani untuk menggunakan benih bermutu dan berlabel meningkat lantaran petani sudah membuktikan kelebihan dari benih unggulan yang dikembangkan di BBU.

“Rata-rata tanaman padi berumur kurang dari 15 hari setelah semai, produksi cukup tinggi, tahan serangan. Hama penyakit, bulir padi rata-rata panjang. Hal tersebut tentunya produksi, padi di Kabupaten Musi Rawas akan semakin meningkat,” katanya saat diwawancarai, Linggau Pos, Kamis(15/3).

Lebih lanjut Gito Surono, menyampaikan untuk saat ini stok benih di BBU siap sebar sangat terbatas, lantaran permintaan akan benih ini sangat tinggi.

“Kalau stok saat ini nihil, hanya ada beberapa saja seperti invari 33, 13, dan 31. Kalau untuk mencukupi benih Musi Rawas sudah tergolong mandiri, apalagi di beberapa Kecamatan dilakukan penangkaran benih di tiap kelompok,” imbuhnya

Selain itu Gito sapaan akrabnya menyampaikan, BBU saat ini tengah mengembangkan beberapa varietas unggulan yang dikembangkan antara lain invari 13, 31,33, unsratl, cidenuk dan dayang rindu. Benih yang dikembangkan di BBU merupakan benih dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dimana benih tersebut merupakan benih yang telah teruji keunggulannya dari uji lapangan yang telah dilakukan.

Selain itu, varietas padi yang dikembangkan juga memiliki sifat tahan hama penyakit, batang kuat dan produksifitas yang tinggi. Seperti variates sidenuk, yang memiliki beberapa keunggulan, antara lain produktivitas tinggi potensi 9,1 ton/ha gabah kering giling (GKG), rasa nasi pulen, dan beberapa sifat unggul lainnya.

“Benih yang kami kembangkan selain dari dayang rindu dan siap untuk disebar,” ungkapnya.(11)

Rekomendasi Berita