oleh

Stiker Caleg Dilarang Terpasang di Angkutan Umum

LUBUKLINGGAU – Bawaslu Kota Lubuklinggau mengeluarkan rekomendasi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau, untuk menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di angkutan umum.

Rekomendasi itu dikeluarkan karena secara Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dilarang, untuk keselamatan umum. Pemasangan APK di angkutan umum juga melanggar UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang diteruskan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.23 Tahun 2018 tentang Kampanye. Selanjutnya, Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Bawaslu RI No.1990/K.Bawaslu/PM.00.00/XI/2018.

Dalam aturan itu dijelaskan, pemasangan mobil branding hanya dilakukan di mobil pribadi. Selain itu, dalam UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) juga dilarang, karena mengganggu keselamatan.

Ketua Bawaslu Kota Lubuklinggau, Mursyidi mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi sebelumnya dengan Dishub Kota Lubuklinggau, dan hasil koordinasi tersebut merupakan dasar dikeluarkannya rekomendasi.

“Kaca mobil belakang angkutan umum tertutup stiker, jelas mengganggu pemandangan sopir dan pengguna jalan di belakang mobil,” kata Mursydi, Rabu (9/1).

Apalagi, berdasarkan pantauannya di lapangan banyak ditemukan stiker yang dipasang di angkutan umum. Maka, pihaknya mengimbau agar tim kampanye, Partai Politik (Parpol) dan masyarakat untuk tidak sembarangan dalam pemasangan stiker di angkutan umum, karena pemasangan stiker yang menutup kaca bagian belakang mobil masuk dalam kategori pelanggaran pemilu. Sanksinya, stiker yang sudah dipasang tersebut harus dilepas.

Sementara, salah satu sopir angkutan umum jurusan Simpang Periuk-Terminal Kalimantan, Markus mengatakan dirinya tidak tahu kalau itu dilarang, karena pemasangan stiker di kaca bagian belakang mobil yang dibawanya dilakukan bersama beberapa sopir lainnya.

“Saya tidak tahu kalau ini dilarang, karena sebelumnya tidak ada pelepasan. Apalagi, berdasarkan pengamatan kami pribadi, pemasangan stiker tidak mengganggu, karena di belakang,” katanya.

Namun, kalau ada penertiban ia tidak keberatan bila stiker yang dipasang di mobilnya itu dilepas.

“Ya, kalau mau dilepas ya silakan saja,”jelasnya. (aku)

Rekomendasi Berita