oleh

Sriwijaya FC Cuci Gudang, Singkirkan Putra Daerah

LINGGAUPOS.CO.ID- Satu per satu pemain Sriwijaya FC musim lalu angkat koper dari Jakabaring. Proses cuci gudang dilakukan dengan melepas striker Airlangga Sucipto, striker Yongki Aribowo, dan winger Hendri Satriadi.

Kemudian diikuti Yohanis Nabar, Siswanto, Yericho Cristiantoko, Nerius Alom, dan Moniega Bagus. Selanjutnya, Hendra Mole, Ryan Wiradinata, Galih Sudaryono. Mereka menyusul Zulkifli Syukur dan Hendra Ridwan yang datang sepaket dilepas secara bersamaan.

Tenaga mereka sudah tidak lagi dibutuhkan untuk arungi kompetisi Liga 2 musim 2020. Pelatih Sriwijaya FC Budiardjo Thalib memiliki skenario sendiri untuk komposisi pemain yang akan diajak berjuang merebut tiket promosi Liga 1 2021.

Dari sejumlah pemain inti musim lalu, tinggal sisakan Ambrizal, Bobby Satria, dan Ahmad Ihwan. Sebab, dua putra terbaik Sumsel macam Hafit Ibrahim dan Riszky Dwi Ramadhana juga tak luput dari sapuan tsunami cuci gudang ala Budiardjo Thalib.

Situasi itu membuat Riszky dan Hafit nganggur. Gantikan tugas Hafit, ada M Rivaldi dan Suwandi. Kemudian posisi Riszky di depan bisa diisi Rudiyana, Mario Aibikop, Dwi Andhika Cakra. Sementara jika di winger sudah ada Denny Arwin, Rahel Radiansyah, Imam Bagus, juga Hari Habrian.

“Kontrak saya di Sriwijaya FC sampai akhir bulan ini. Jujur putusan ini membuat saya kecewa karena kehilangan kesempatan membela klub daerah sendiri,” ungkap Hafit.

Bagi putra daerah, lanjut Hafit, sejatinya suatu kebanggaan bisa menjadi bagian dari Sriwijaya FC. “Tapi Inilah sepak bola profesional. Harus bisa menerima apa pun putusannya,” imbuhnya.

Usai mendapatkan telepon pemberhentian kontrak dari Asisten Manajer Sriwijaya FC Mayumi Itsuwa kemarin sore, Hafit langsung menatap masa depan. Kebetulan, selama ini ada tiga klub Liga 2 dan satu klub Liga 1 menguber tanda tangannya. Klub Liga 2, ada dari grup timur dan barat.

Hafit berharap bisa perkuat klub segrup dengan Sriwijaya FC. Artinya di grup barat. Sehingga dia bisa menunjukkan kelasnya di kompetisi kasta kedua nasional itu. Sekaligus bisa mudik ke Palembang saat partai tandang. Namun, dia akan lebih prioritaskan klub yang serius dan memiliki target lolos Liga 1. Misal, Persiba Balikpapan, Persis Solo, dan PSMS Medan.

“Ada, kami komunikasi dengan beberapa dari mereka. Saya ingin klub yang serius terutama yang punya target ke Liga 1. Untuk Sriwijaya FC, semoga menjadi lebih baik dengan kekuatan pemain mudanya dan bisa ke Liga 1,” tukasnya. (*)

Rekomendasi Berita