oleh

‘Spiderwoman’ Bermodal Pesan Ibu

PALEMBANG – Kontingen Indonesia berhasil mendapatkan medali emas ke-8 pada Asian Games 2018, Kamis (23/8) malam. Medali emas ke-8 didapat Aries Susanti Rahayu dari cabang panjat tebing nomor speed climbing putri di Jakabaring Sport City, Palembang.

Dia mengungguli rekan satu senegaranya, Puji Lestari. Tambahan satu medali emas dari panjat tebing membuat Indonesia menyamai prestasi 40 tahun lalu. Ketika itu, di Bangkok 1978, Indonesia meraih 8 emas, 7 perak, dan 33 perunggu.

Ini menjadi prestasi terbaik kontingen Indonesia dari Palembang. Sebelumnya atlet-atlet Indonesia meraih dua perunggu dan satu perak. Perunggu dari cabang sepak takraw dan mendayung ganda putri, sementara perak dari mendayung Men’s Lightweight Four.

Dari panjat tebing nomor kecepatan, Indonesia total sudah meraih 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Perunggu diraih Aspar Jaelolo pada nomor kecepatan putra.

Keberhasilan wanita berusia 23 tahun ini pun akhirnya melahirkan medali emas pertama cabang olahraga yang sedang dipertandingkan di Kota Pempek. Aries menyebut kemenangannya sebagai hasil dari ketenangan dan mampu mengontrol diri.

“Yang pasti tenang, kontrol diri. Karena kesulitannya adalah mengontrol diri. Kalau kita nggak bisa ngontrol mungkin saya enggak sampai di sini,” kata Aries usai pertandingan.

Atas kemenangannya ini, Aries mengaku sudah diprediksikan sejak awal. Bahkan dirinya sudah yakin dapat mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

“Kalau untuk yakin, orang tua saya selalu bilang, Nak, kamu harus yakin kamu bisa. Itu yang selalu saya tanamkan selama ini pada diri saya,” kata Aries.

Aries yang memiliki tinggi badan 1,57 m dan berat 57 Kg memang diprediksikan akan mendulang emas. Dia memiliki modal meyakinkan sebagai juara di IFSC World Cup di Chongqing, China, 5 Juni.

Kecapatan menaiki dinding untuk dapat tiba di puncak pun sudah tak diragukan lagi. Sampai akhirnya atlet putri berusia 23 tahun ini disebut ‘Spiderwomen’ asal Indonesia.

Sementara pelatih Timnas panjat tebing, Basir Hendra mengatakan sebenarnya FPTI telah dari awal ingin mengawinkan medali emas di panjat tebing. Tetapi hal ini di luar dugaan setelah tim putra kalah di semifinal.

“Kemenangan tim putri sudah dari awal kita prediksikan. Bahkan untuk putra ini juga kita sudah prediksikan, rencananya malah medali ini mau kita kawinkan ya. Tapi takdir berkata lain,” kata Hendra.(DT/SP)

Rekomendasi Berita