oleh

Spesialis Jambret HP Disidang

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Terdakwa kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Achmad Marzuli (22) kembali disidangkan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (27/8) mulai pukul 14.00 WIB.

Warga Jalan Lintas Tugumulyo, Desa Tanah Periuk I, Kecamatan Muara Beliti disidang. Dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumarherti,SH.

Setelah Ketua Majelis Hakim Andi Barkan, SH, MH membuka sidang, didampingi Hakim Syahreza Papelma, SH, MH dan Indra Lesmana, SH dengan Panitera Pengganti (PP) Rahmad Wahyudi, SH, JPU Sumarherti SH. Langsung menghadirkan dua saksi, Umar (15) dan Anita (30), keduanya merupakan korban.

Tapi salah seorang saksi masih berusia 15 tahun, akhirnya sidang ditutup untuk umum.

Seusai sidang, saksi Umar ditanya Linggau Pos menyatakan bahwa kejadian itu bermula saat dirinya sedang berada di pinggir Jalan Kelurahan Lubuk Aman.

“Lalu dio (terdakwa, red) datang dengan kawannyo, nanyokan di mano rumah Rizki, dengan alesan dio habis belago. Kemudian idak lamo tu Handphone (HP) aku dirampas, dan langsung pegi naik motor, pas dio nak pegi, aku pegang pedal tempat duduknyo dan akhirnyo dio tebalik, dan terus kabur ke arah kuburan. Laju aku kejar dan kami sempat belago, dan akhirnyo dio kutarik ke tempat terang dan mulai warga berdatangan,” ungkap Umar dengan logat daerah.

Begitu juga dengan saksi Anita. Ia menerangkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya.

“Pada saat malam itu, aku sedang telponan dengan suami aku di kontrakan di Kelurahan Bandung Ujung, nah tiba-tiba dio merampas HP aku dan lari. Seminggu kemudian aku dapat kabar dari polisi kalo dio lah tertangkap,” terang Anita seusai sidang.

Terungkap dalam sidang sebelumnya, perbuatan menyeret terdakwa Achmad Marzuli ke meja hijau bermula pukul 19.30 WIB, Kamis 8 Maret 2018 di teras rumah Eko Suwarto di RT 06 Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II terdakwa bersama temannya Epo naik motor, lalu melihat seorang anak kecil Eko sedang memegang satu unit HP Samsung. Muncul niat terdakwa mengambil HP tersebut dengan cara merampas HP dari tangan Eko. Kemudian terdakwa bersama temannya langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Dari kesaksian terdakwa, HP tersebut dijual dengan Irwan seharga Rp 500 Ribu. Dari hasil penjualan dibagi dua dengan Epo. Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3.600.000.

Kemudian pukul 19.30 WIB, Jumat 18 Mei 2018 aksi terdakwa terulang, kali ini di Jalan Garuda RT 09 Kelurahan Bandung Ujung, tepatnya di rumah kontrakan Anita. Terdakwa bersama temannya Sandi mengendarai sepeda motor Honda Beat, lalu terdakwa melihat Anita sedang berada di depan kontrakannya memegang HP. Lalu terdakwa turun dari motor, dan langsung menarik satu unit HP dari tangan Anita. Sempat terjadi tarik-menarik antara Anita dengan terdakwa, akan tetapi terdakwa berhasil membawa kabur HP Anita.

Kejadian itu membuat Anita mengalami kerugian Rp 1.200.000. Tak hanya itu, aksi terdakwa kembali terjadi, kali ini di Jalan Garuda RT 05 Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, kembali terdakwa bersama rekannya Puji melihat Umar sedang memegang satu unit HP di pinggir jalan. Melihat keadaan itu terdakwa berkata kepada Puji, “Itu nah, jambret wae!”

Kemudian terdakwa mendekati Umar dengan berpura-pura menanyakan alamat. Seketika Puji langsung menarik HP milik Umar. Saat akan melarikan diri, sepeda motor dikendarai terdakwa mampu ditarik Umar, hingga Umar sempat terseret. Tapi akibat ditarik Umar motor dikendarai terdakwa terjatuh. Sehingga terdakwa berhasil diamankan dan dilaporkan ke polisi.

Oleh JPU, terdakwa diancam melanggar pasal 365 Ayat (2) ke-2 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP atau Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.(CW01)

Rekomendasi Berita