oleh

Spesialis Jambret Dituntut 6 Tahun Bui

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Terdakwa kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas), Achmad Marzuli (22), dituntut enam tahun penjara. Demikian terungkap dalam sidang di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Senin (27/8) mulai pukul 14.00 WIB.

Achmad Marzuli warga Jalan Lintas Tugumulyo, Desa Tanah Periuk I, Kecamatan Muara Beliti, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumar Herti SH, melanggar Pasal 365 Ayat 2 ke-2 KUHP Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Tuntutan itu, dibacakan JPU dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Andi Barkan SH,MH, didampingi Hakim Anggota Syahreza Papelma SH,MH dan Indra Lesmana, SH dengan Panitera Pengganti (PP) Rahmad Wahyudi, SH.

“Menyatakan terdakwa Ahmad Marzuli terbukti secara sah menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Sebagaimana yang diatur dan diancam Pasal 365 Ayat 2 ke-2 KUHP Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama enam tahun penjara dan di potong masa tahanan,” tuntut JPU.

Adapun hal yang memberatkan, tindakan terdakwa merugikan orang lain. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya, berkelakuan baik selama persidangan serta terdakwa belum pernah dihukum.

Setelah JPU, Sumar Herti SH membacakan tuntutannya, sidang ditunda Senin (1/10), agendanya mendengarkan putusan dari majelis hakim.

Terungkap dalam sidang sebelumnya, perbuatan terdakwa yang menyeretnya ke kursi pesakitan ini, terjadi Kamis (8/3) sekitar pukul 19.30 WIB di teras rumah Eko Suwarto di RT 06 Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Saat itu, terdakwa bersama temannya Epo, mengendarai motor. Melihat seorang anak kecil sedang memegang ponsel Samsung. Oleh terdakwa bersama temannya, ponsel tersebut dirampas. Kemudian terdakwa bersama temannya langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Ponsel tersebut kemudian dijual dengan Irwan seharga Rp 500 ribu. Dari hasil penjualan dibagi dua dengan Epo. Sementara korban, mengalami kerugian sebesar Rp 3.600.000.

Kemudian pukul 19.30 WIB, Jumat 18 Mei 2018 aksi terdakwa terulang, kali ini di Jalan Garuda RT 09 Kelurahan Bandung Ujung, tepatnya di rumah kontrakan Anita.

Terdakwa bersama temannya Sandi mengendarai sepeda motor Honda Beat, lalu terdakwa melihat Anita sedang berada di depan kontrakannya memegang ponsel. Lalu terdakwa turun dari motor, dan langsung menarik ponsel dari tangan Anita.

Sempat terjadi tarik-menarik antara Anita dengan terdakwa, akan tetapi terdakwa berhasil membawa kabur ponsel milik Anita. Kejadian itu membuat Anita mengalami kerugian Rp 1.200.000.

Tak hanya itu, terdakwa juga beraksi di Jalan Garuda RT 05 Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Terdakwa bersama rekannya Puji melihat Umar sedang memegang ponsel di tepi jalan.

Melihat keadaan itu terdakwa berkata kepada Puji, “Itu nah, jambret wae!” Kemudian terdakwa mendekati Umar dengan berpura-pura menanyakan alamat. Seketika Puji langsung menarik ponsel milik Umar.

Saat akan melarikan diri, sepeda motor dikendarai terdakwa mampu ditarik Umar, hingga Umar sempat terseret. Tapi akibat ditarik Umar motor dikendarai terdakwa terjatuh. Sehingga terdakwa berhasil diamankan.(cw1)

Rekomendasi Berita